Cegah Hambatan Belajar pada Anak, Prodi Kesehatan THT FK Unud Gelar Skrinig Pendengaran di SDN 27 Pemecutan

1000510608
Program Udayana Mengabdi berfoto bersama para siswa dan guru SD Negeri 27 Pemecutan usai kegiatan "Gerakan Skrining Pendengaran dengan Metode SCREEN-H di Sekolah Dasar sebagai Upaya Pencegahan Hambatan Belajar pada Anak".

DENPASAR-fajarbali.com | Program Studi Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Melaksanakan Edukasi Kesehatan Telinga dan Deteksi Dini Gangguan Pendengaran di SD Negeri 27 Pemecutan dalam rangka pelaksanaan Program Udayana Mengabdi.

Untuk itu, Program Studi Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher (THT-KL) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Gerakan Skrining Pendengaran dengan Metode SCREEN-H di Sekolah Dasar sebagai Upaya Pencegahan Hambatan Belajar pada Anak” yang dilaksanakan pada Jumat (4/9/ 2026) di SD Negeri 27 Pemecutan, Denpasar Barat.

Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya lingkungan sekolah dasar, mengenai pentingnya menjaga kesehatan telinga dan melakukan deteksi dini gangguan pendengaran pada anak. Gangguan pendengaran yang tidak teridentifikasi sejak awal dapat berdampak terhadap kemampuan komunikasi, konsentrasi, perkembangan anak, serta proses pembelajaran di sekolah.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SD Negeri 27 Pemecutan, Dra. Yamtinah, M.Pd. Dalam sambutannya, Yamtinah mengapresiasi pelaksanaan Program Udayana Mengabdi yang memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan secara langsung kepada para siswa sebagai bagian dari upaya mendukung kesehatan dan keberhasilan proses belajar anak.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai telinga dan pendengaran sehat yang disampaikan oleh salah seorang dosen Program studi Kesehatan THT FK Unud, dr. I Ketut Suanda, Sp.T.H.T.B.K.L, Subsp.Onk (K), FICS.

Pada sesi edukasi tersebut, dr. Suanda memaparkan mengenai anatomi dan fungsi telinga, pentingnya menjaga kesehatan organ pendengaran, penyebab gangguan pendengaran pada anak, serta pengaruh gangguan pendengaran terhadap perkembangan dan prestasi belajar.

Selain kegiatan edukasi, peserta juga mendapatkan pembagian pamflet kesehatan telinga sebagai media informasi yang dapat digunakan oleh siswa, guru, maupun orang tua dalam menerapkan perilaku menjaga kesehatan pendengaran dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:  Prodi Magister Ilmu Peternakan Terima Pendampingan LP3M Unud

Sebagai bentuk upaya deteksi dini, tim pelaksana melakukan skrining pendengaran menggunakan aplikasi SCREEN-H kepada siswa SD Negeri 27 Pemecutan. Metode SCREEN-H digunakan sebagai salah satu pendekatan skrining sederhana untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan adanya gangguan pendengaran pada anak sehingga dapat dilakukan evaluasi dan tindak lanjut lebih awal apabila ditemukan adanya kelainan.

Kegiatan juga dilengkapi dengan edukasi dan pelayanan BBT (Bersih-Bersih Telinga) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan telinga dengan cara yang tepat dan aman. "Melalui kegiatan ini, siswa diberikan pemahaman mengenai kebiasaan perawatan telinga yang benar serta risiko tindakan yang dapat membahayakan kesehatan telinga," jelasnya.

Melalui pelaksanaan Program Udayana Mengabdi Program Studi Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat, sekolah terhadap kesehatan pendengaran serta menjadi langkah preventif dalam mencegah hambatan belajar akibat gangguan pendengaran yang tidak terdeteksi sejak dini.

"Pengabdian ini juga menjadi wujud nyata komitmen Universitas Udayana dalam menjalankan peran perguruan tinggi melalui pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan optimal," tandasnya. (Car)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top