Dedi Diana, yang juga wakil ketua panitia UBS menyampaikan bahwa Utsawa Bali Sani dirancang sebagai wadah edukatif agar masyarakat memahami bahwa seni dan budaya Bali berada dalam satu kesatuan yang utuh dengan ajaran spiritual.
“Unsur agama ditunjukkan melalui nilai-nilai bakti dan pencerahan spiritual seperti kehadiran Betari Durga. Unsur seni hadir lewat ekspresi dan koreografi tokoh-tokohnya, sedangkan unsur budaya tecermin dalam dialog-dialog kebudayaan yang dibawakan oleh lakon Bondres maupun Punakawan Sangut dan Delem,” jelasnya.
Penutupan Utsawa Bali Sani 2026 ini diharapkan terus menginspirasi masyarakat dan generasi muda untuk menjaga keseimbangan antara pengetahuan, etika, dan kebudayaan lokal di era modern. [gde]










