Calonarang “Aji Kekereb” Pungkasi  Utsawa Bali Sani 2026 UNHI, Usung Pesan Kepemimpinan Bijak

IMG-20260930-WA0008
Pementasan calonarang Aji Kekereb menjadi sajian pamungkas Utsawa Bali Sani (UBS) ke-XI 2026 UNHI, Selasa (29/9) malam. ist

Kondisi keprihatinan ini menggerakkan hati Nyi Mayang, seorang perempuan tua sederhana yang tulus membantu masyarakat sekitar yang mengalami kesusahan. 

Kebaikan dan ketulusan Nyi Mayang membuat masyarakat beralih bakti kepadanya dan perlahan meninggalkan kepemimpinan Puri Kaleran. 

Hal tersebut memicu kemarahan I Dewa Agung Badra yang merasa tersinggung dan disaingi, hingga ia mendatangi rumah Nyi Mayang dan menganiayanya sampai terkapar.  

Namun, Nyi Mayang selamat dari maut. Dalam kepasrahan dan kesedihannya, ia meluapkan amarah serta aduan atas ketidakadilan yang dialaminya di Setra Gandamayu. 

Hal tersebut didengar oleh Betari Dewi Durga yang kemudian tedun dan menganugerahinya sebuah pusaka sakti bernama Aji Kekereb. Pusaka ini memberikan wewenang penuh kepada Nyi Mayang untuk menindak segala bentuk angkara murka dan ketidakadilan.  

Dengan pusaka tersebut, Nyi Mayang membalaskan dendamnya hingga I Dewa Agung Badra meninggal dunia. Pertikaian kemudian berlanjut ketika sang kakak, I Dewa Agung Pemayun, memutuskan turun ke medan perang. 

Mengambil teladan seperti ksatria Kumbakarna, I Dewa Agung Pemayun bertempur bukan untuk membela kesalahan adiknya, melainkan demi menjalankan kewajiban membela rakyat dan negaranya.

"Mengetahui kesaktian Aji Kekereb dari Dewi Durga tidak akan bisa ditandingi, Dewa Agung Pemayun memohon agar pertikaian disudahi. Nyi Mayang pun meminta Dewa Agung Pemayun menjadi raja yang bijak, menjalankan kepemimpinan sesuai ajaran sastra seperti Asta Brata. Cerita pun berakhir damai," tambah Dedi Tompel. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top