BINUS Gelar QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026, Hadirkan 1.500 Delegasi Pendidikan Tinggi ke Bali

IMG-20261103-WA0030
(kiri-kanan): CEO of QS Quacquarelli Symonds Jessica Turner, Rektor BINUS University Dr. Nelly, S.Kom., M.M., dan President of BINUS Higher Education & Professional Services Stephen Wahyudi Santoso, BSE, MSIST di sela Press Conference QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 di Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Selasa (3/11/2206). foto: fb/ist 

"Melalui forum ini, kami berharap dapat mendorong pertukaran pengetahuan, memperkuat kolaborasi lintas negara, serta bersama-sama mengeksplorasi solusi bagi tantangan pendidikan tinggi saat ini dan ke depan," ujar Stephen, Selasa (3/11/2026).

Dalam lima tahun terakhir, forum ini telah diselenggarakan di sejumlah kota, termasuk Jakarta, Kuala Lumpur, Makau, dan Seoul, sebelum kembali ke Indonesia melalui penyelenggaraan di Bali pada 2026.

Berbagai topik strategis dibahas dalam forum ini, mulai dari pemanfaatan Al dalam pendidikan, pengembangan kurikulum yang relevan untuk pekerjaan masa depan hingga Inovasi yang menempatkan manusia sebagai pusat perkembangan untuk masa depan.

Langkah BINUS Mempersiapkan Lulusan yang Adaptif di Tengah Transformasi Dunia Kerja

Ia melanjutkan, perubahan teknologi dan otomatisasi turut memengaruhi kebutuhan tenaga kerja, sehingga perguruan tinggi dituntut untuk terus menyesuaikan pendekatan pendidikan dengan perkembangan industri. 

World Bank' mencatat bahwa pada periode 2018-2022, adopsi robot industri di lima negara ASEAN, termasuk Indonesia, diperkirakan berkontribusi terhadap terciptanya sekitar 2 juta pekerjaan formal bagi pekerja berketerampilan tinggi, sekaligus menggeser sekitar 1,4 juta pekerjaan formal bagi pekerja berketerampilan rendah. 

"Temuan ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi turut mengubah kebutuhan keterampilan di dunia kerja, sehingga penting bagi perguruan tinggi untuk mempersiapkan lulusan yang relevan dan adaptif terhadap perubahan," imbuhnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top