Beberapa Perpustakaan di Tabanan dalam Kondisi “Sakit”

Berangkat dari temuan adanya berbagai persoalan perpustakaan di beberapa sekolah SD dan SMP di Tabanan, Klinik dan Dewan Pendidikan Tabanan menggelar Bintek Pengelola Perpustakaan SD dan SMP.

TABANAN-fajarbali.com | Bintek yang berlangsung di Gedung PGRI, Jambe Balerran, Desa Dajan Peken Tabanan ini dibuka Kadis Pendidikan Tabanan, I Gede Susila, S.Sos.,M.Si., Selasa (5/12).

Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi dan Kabupaten Tabanan. Termasuk UPT Dinas Pendidikan se-Kabupaten Tabanan dan 100 orang peserta yang terdiri dari para pengelola perpustakaan SD dan SMP se-Tabanan serta beberapa unsur lainnya.

Dalam sambutannya, Kadis Pendidikan Tabanan I Gede Susila, S.Sos.,M.Si., memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan ini. Terutama pula terhadap program Klinik dan Dewan Pendidikan Tabanan dalam melakukan penelitianj lapangan, sehubungan dengan tata kelola perpustakaan pada sekolah jenjang SD dan SMP.

Susila juga mengakui bahwa saat ini di Tabanan masih ditemui kendala-kendala di lapangan terutama adanya bahan-bahan bacaan yang semestinya menjadi bahan bacaan siswa tetapi masih tersimpan rapid an dibendel. Bahkan parahnya dibeberapa sekolah ditemui bahan bacaan ada yang belum tercatat. “Hal tersebut terjadi karena SDM perpustakaan belum bisa mengelola secara maksimal,” ungkapnya.

Mantan Sekwan Tabanan ini menambahkan, kendala lain dalam pengelolaan perpustakaan juga datang dari kondisi sarana dan prasarana dibeberapa sekolah kurang memadai. Seperti adanya beberapa gedung yang tidak layak. Selain juga kebersihan perpustakaannya kurang terjaga baik.

Sementara Ketua Dewan Pendidikan Tabanan Drs. I Wayan Madra Suartana, M.Si., menyebutkan, pihaknya bersama Klinik Pendidikan Tabanan dalam dua tahun terakhir ini melakukan penelitian lapangan terkait tata kelola perpustakaan pada sekolah jenjang SD dan SMP. Hasilnya, ada beberapa perpustakaan dalam kondisi “sakit” atau tidak terkelola dengan baik.

Bahkan lanjutnya, banyak SD dan SMP di Tabanan yang tidak memiliki tenaga khusus keperpustakaan, sehingga dalam tata kelolanya dilakukan oleh tenaga pendidik atau guru. “Melihat kondisi kami memandang bintek ini sangat penting dilakukan karena perpustakaan merupakan sarana penting bagi guru dan siswa dalam tujuan meningkatkan mutu dan kwalitas pendidikan,” pungkasnya.

Bintek tersebut berlangsung selama sepuluh hari yang terbagi menjadi dua sesi, yakni sehari untuk sesi pembekalan materi yang berlangsung kemarin. Sesi dua dilanjutkan dengan praktek yang akan berlangsung di Perpustakaan Kabupaten Tabanan. (ngr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Permintaan KIA Meningkat, Disdukcapil Denpasar Kehabisan Blangko

Sel Des 5 , 2017
Keinginan warga mengurus kartu identitas anak (KIA) sejak program KIA diluncurkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar terus meningkat. Hanya saja, pelayanan untuk KIA terganggu.