"Pada semester pertama 2026, industri makanan dan minuman tercatat mampu tumbuh sekitar 6,51 persen, atau berada di atas pertumbuhan ekonomi Indonesia," ungkap Adhi S. Lukman.
Kendati tumbuh positif, Adhi S. Lukman mengingatkan industri ini tetap dihadapkan pada tantangan geopolitik dunia, perubahan iklim, serta isu rantai pasok. Melalui Bali Interfood 2026, GAPMMI mendorong pelaku usaha untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing agar dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Bali Interfood memberikan ruang bagi para pemangku kepentingan untuk saling bertemu, saling mengisi, berbagi pengalaman dan berdiskusi bagaimana kita harus tumbuh bersama-sama di tengah tantangan yang ada saat ini,” pungkasnya.
Bagi para pelaku usaha, investor, maupun profesional di sektor HORECA dan retail yang ingin memperluas jaringan bisnis, pendaftaran pengunjung dapat dilakukan secara daring melalui portal resmi https://register.kristaonline.com/visitor/baliinterfood atau secara langsung di area pameran. Akses penuh selama tiga hari pameran dibuka dengan biaya tiket masuk seharga Rp100.000. (M-001)










