Bali Interfood 2026 Siap Digelar, Mengakselerasi Industri F&B dan Hospitality Lokal ke Panggung Dunia

IMG_3031
Press Conference Bali Interfood 2026 di Nexx Cafe, Denpasar, Senin (31/8). (FB/Dartha)

Program edukatif yang dihadirkan meliputi Gelato Workshop Coconut Mango Dessert dan Mixologist Workshop Morello Cherry Gelato pada hari pertama, yang dilanjutkan dengan kompetisi gelato serta Gelato Workshop Sorbet Lollies dan Mixologist Workshop Blood Orange Sorbet. Pengalaman praktis ini memberikan nilai tambah bagi para pelaku usaha HORECA untuk memperkaya ragam menu dan tren kuliner di bisnis mereka.

Sinergi Strategis Kuliner dan Pariwisata Berkelanjutan

Dari kacamata industri pariwisata, keberadaan kuliner tidak lagi sekadar pemenuh kebutuhan dasar, melainkan elemen kunci dalam pengalaman berwisata. Chairman PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), menegaskan pentingnya pameran ini sebagai wadah penguatan identitas dan budaya lokal di tengah persaingan pariwisata global.

“Pameran Bali Interfood yang ketujuh kalinya hari ini tentunya bukan hanya sebuah pameran produk makanan dan minuman, tetapi sebenarnya merupakan ruang yang sangat strategis untuk memperkuat jaringan bisnis,” tegas Cok Ace.

Ia memaparkan bahwa kualitas produk, prinsip keberlanjutan, dan melestarikan kearifan lokal adalah modal utama diferensiasi pariwisata Bali. Karena itu, PHRI Bali menyatakan komitmen penuh untuk terus mendukung keberlangsungan pameran Bali Interfood sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan penopang keberlanjutan sektor hospitality.

Menjaga Pertumbuhan di Tengah Dinamika Tantangan Global

Secara nasional, sektor manufaktur makanan dan minuman masih menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Chairman Indonesian Food and Beverage Association (GAPMMI), Adhi S. Lukman, memaparkan data positif mengenai kinerja sektor F&B nasional yang tetap tangguh di tengah ketidakpastian kondisi global.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top