CEO Krista Exhibitions, Daud Salim, menyoroti pesatnya ekosistem F&B di Pulau Dewata yang menjadi alasan utama transisi jadwal pameran dari dua tahunan menjadi agenda tahunan mulai 2025. "Bali memiliki potensi yang besar karena pariwisata, hotel, restoran, dan usaha makanan dan minuman berkembang secara bersamaan. Kami ingin menjadikan Bali Interfood sebagai tempat bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, bertemu dengan calon mitra, dan mendapatkan informasi mengenai perkembangan terbaru di bidang makanan dan minuman," ujarnya.
Tidak hanya menghadirkan pameran bisnis, Krista Exhibitions juga berkomitmen memperbesar ruang bagi Industri Kecil Menengah (IKM) lokal Bali untuk menembus pasar internasional. Berkolaborasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), pihak penyelenggara berencana melakukan kurasi bagi puluhan IKM lokal untuk ditampilkan pada edisi mendatang. “Kami akan fasilitasi IKM-IKM industri makanan dan minuman di Pulau Bali, mungkin 20 sampai 30 IKM untuk menampilkan dan diseleksi yang terbaik, kemudian ditampilkan pada tahun depan,” tambah Daud Salim.
Ajang Inovasi dan Arena Kompetisi Kelas Dunia
Selain menjadi tempat transaksi bisnis, Bali Interfood 2026 dirancang sebagai sarana edukasi dan pertukaran pengetahuan bagi para profesional. Salah satu agenda utama yang menjadi daya tarik tersendiri adalah hadirnya ajang internasional Gelato World Cup Indonesian Selection yang berlangsung selama tiga hari penuh. Pengunjung tidak hanya disuguhkan aksi para ahli gelato, tetapi juga dapat mengikuti rangkaian lokakarya interaktif.










