Ngaku Dilakukan Tidak Senonoh Turis Taiwan Viral Dimedia Sosial

ruzi
Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman

BULELENG-fajarbali.com | Upaya yang dilakukan pemerintah daerah yakni menata Kawasan Lovina guna menarik kunjungan para turis mancanegara datang ke Lovina untuk berlibur sepertinya mendapatkan jeweran pedas. Betapa tidak, salah satu wisatawan mancanagara asal Taiwan menceritakan pengalamannya hingga viral dimedia social lantaran pihaknya sempat mendapatkan perlakuan tidak senonoh.

Dalam unggahannya dimedia social yang membuat dirinya kapok datang ke Buleleng tepatnya dikawasan Lovina setelah mendapatkan perlakuan asusila, dimana Wanita paruhbaya itu hingga menangis dalam unggahannya itu tentu mendapatkan respon dari jajaran kepolisian.

Menurut Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman saat dikonfirmasi, Rabu (12/8/2026) siang pihaknya mengaku setelah melihat unggahan turis Taiwan itu pihaknya langsung menurunkan tim guna melakukan penyelidikan terkait kasus yang dialami turis Taiwan di Kawasan Lovina.

“Kita setelah melihat kejadian itu tentu kami bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut dan tentunya kami sampai melakukan koordinasi dengan jajaran kepolisian Taiwan,”tutur Ruzi.

Dalam unggahan tersebut tutur Ruzi, korban menceritakan kalau saat itu turis Taiwan tersebut sedang membuat konten outfit of the day (OOTD) di pinggir jalan kawasan wisata Lovina. Saat sedang merekam konten, seorang pria paruh baya yang tidak dikenalnya tiba-tiba menghampiri.

Saat seorang peria tersebut mendekati turis tersebut, guna mengajak berjabatan tangan sembari mengatakan selamat semoga liburannya menyenangkan. Dalam pembicaraan tersebut, korban awalnya menganggap rasa ramah yang dimiliki warga local namun saat berjabat tangan diduga ada niat pelaku melakukan hal tidak senonoh, akhirnya melepas tangannya dan menghindar dari pria tidak dikenal tersebut.

Pengalaman tersebut membuat korban terkejut. Melalui unggahan di akun Instagram @aurosa_a, ia mengaku merasa sangat tidak nyaman hingga mengalami trauma dan menangis sepanjang perjalanan kembali ke tempat penginapan.

BACA JUGA:  Momentum Hari Kartini, Tejakula Perkuat Aksi Kemanusiaan Lewat Donor Darah

Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi secara langsung dari korban sekaligus memastikan wisatawan tersebut mendapatkan rasa aman selama berada di Bali. Petugas juga melakukan pendekatan bersama aparatur Desa Kalibukbuk untuk menelusuri pria yang berada dalam peristiwa tersebut.

“Setelah kami melakukan koordinasi dengan tim kepolisian Taiwan kami juga melakukan koordinasi dengan apparat desa yang ada di Desa Kalibubuk, Lovina guna melakukan pelacakan terhadap orang yang dimaksud,”tambahnya.

Dari hasil penelusuran, polisi bersama aparatur desa menemukan pria berinisial WS alias Nane (68), warga setempat, yang diduga pelaku dalam kejadian tersebut. Setelah dilakukan pendekatan oleh pihak kepolisian dan aparatur Desa Kalibukbuk, WS mengakui kesalahannya.

WS kemudian menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya. Pernyataan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang telah dibubuhi tanda tangan oleh yang bersangkutan.

“Kepolisian juga memastikan proses penanganan terhadap kejadian tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap informasi yang berkembang sekaligus untuk menjaga situasi keamanan di kawasan wisata Lovina,”tutupnya. @gus

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top