PKM Unmas Denpasar di Desa Batuan: Kembangkan Promosi Wisata hingga Edukasi Sosial Masyarakat

IMG-20260330-WA0003
Kegiatan penyuluhan anti-bullying dan pencegahan pelecehan seksual di SDN 2 Batuan, Sukawati, Gianyar.

GIANYAR-fajarbali.com | Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menggelar berbagai program pengabdian di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi lokal desa.

Program PKM Unmas Denpasar ini mengusung empat tema utama, yakni Proyek Kemanusiaan, Membangun Desa, Kampus Mengajar, dan Kewirausahaan. Seluruh program dirancang secara terintegrasi agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan dampak yang berkelanjutan.

Salah satu program unggulan dalam tema membangun desa adalah pengembangan promosi wisata lokal berbasis media sosial. Desa Batuan yang dikenal sebagai desa seni memiliki kekayaan budaya, mulai dari sanggar tari, sanggar lukis, hingga pura desa yang menjadi daya tarik wisatawan.

Melalui program ini, tim PKM Unmas Denpasar mendokumentasikan aktivitas kesenian dalam bentuk video kreatif yang dikemas secara profesional. Konten tersebut tidak hanya menampilkan keindahan seni, tetapi juga mengangkat proses kreatif para pelaku seni lokal, sehingga mampu memperkuat daya tarik Desa Batuan di mata masyarakat luas.

PKM juga menyasar aspek sosial dan kesehatan masyarakat melalui program yang saling melengkapi. Pada bidang proyek kemanusiaan, tim PKM Unmas Denpasar melaksanakan penyuluhan anti-bullying dan pencegahan pelecehan seksual di SDN 2 Batuan.

Kegiatan ini dikemas secara interaktif agar mudah dipahami oleh siswa, serta diperkuat dengan pemasangan poster edukatif di lingkungan sekolah sebagai pengingat pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghargai.

Tim PKM Unmas Denpasar juga menggelar sosialisasi mengenai stunting serta pengenalan pemberian makanan tambahan bagi bayi dan balita. Kegiatan ini mendapat respons positif dari para orang tua yang hadir, yang terlihat antusias mengikuti penyuluhan dan aktif berdiskusi terkait pentingnya pemenuhan gizi anak.

BACA JUGA:  Persiapan Digitalisasi, Direktur SD Kemendikbudristek RI Kunjungi Buleleng

Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan stunting sejak dini guna menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Seluruh rangkaian kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Perbekel Desa Batuan, Ari Anggara, S.Pd., M.Sc., yang menyambut hangat kehadiran tim PKM Unmas Denpasar serta aktif memberikan masukan agar program yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan kegiatan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Putu Novia Hapsari Ardianti, SE., M.Si., menekankan pentingnya empati dalam setiap program yang dijalankan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penerapan teori, tetapi juga pada kehadiran dengan kepedulian sosial yang nyata di tengah masyarakat.

“Melalui PKM ini, mahasiswa belajar bahwa ilmu akuntansi, manajemen, maupun bidang lainnya harus memiliki nilai manfaat sosial. Di Desa Batuan, terlihat bagaimana seni, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat saling berkaitan. Kami berharap output berupa video promosi dan edukasi kesehatan ini dapat menjadi warisan yang bermanfaat bagi warga,” ujarnya.

Kegiatan PKM ini diharapkan tidak hanya berakhir sebagai bagian dari kegiatan akademik, tetapi menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi Desa Batuan menuju desa yang lebih maju, adaptif terhadap teknologi digital, serta memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul. (rel)



BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top