DENPASAR-fajarbali.com | Sunar Sanggita Music menggelar konser musik akbar bertajuk Satu Cinta untuk Semua dirangkai dengan doa bersama untuk perdamaian dunia, bertempat di Amphitheater Living World Denpasar, Sabtu 28 Maret 2026.
Menariknya event berskala nasional ini, dikoordinir oleh disabilitas, khususnya tunanetra dan tuli. Demikian dikatakan Made Prasetya Wiguna Mahayasa selalu Founder dan CEO Sunar Sanggita.
Wiguna, sapaan karib Made Prasetya Wiguna Mahayasa, merasa bangga sekaligus haru mengingat tantangan menyukseskan acara tersebut tidak main-main. Sejak sebulan lalu, panitia sibuk mematangkan rencana agenda.
"Soalnya kami kan ada keterbatasan. Kemana-mana naik ojek. Butuh pendamping. Terus belum lagi hambatan alat bantu pengedaran rusak. Tapi syukur kami bisa membuktikan diri bahwa keterbatasan bukan halangan," kata Wiguna.
Soal dipilihnya Living World sebagai tempat penyelenggaraan event, Wiguna beralasan karena manajemen salah satu mall terbesar di Bali itu sangat ramah disabilitas. Selain itu, fasilitas, sarana dan prasarana sangat mumpuni.
"Kami sangat berterima kasih kepada manajemen Living World yang sangat baik. Kami benar-benar dibantu secara maksimal. Teman-teman disabilitas juga sangat familiar di mall ini," ujarnya.
Terkait doa perdamaian dunia, Wiguna menjelaskan ditandai dengan menyalakan cahaya flash handphone bersamaan. Doa perdamaian ini dipandu oleh perwakilan lintas agama, sebagai simbol doa perdamaian dunia diikuti oleh siswa dari sekolah musik yang didirikan oleh tunanetra dan tuli, yang kini melatih 250 lebih siswa non-disabilitas.










