Hari Jadi 57 Tahun Undiknas Ditandai Wisuda ke 100, Lepas 750 Lulusan dan 36 Insinyur

IMG-20260219-WA0007
Wisuda ke-100 yang dirangkaikan dengan Pelantikan Insinyur dan perayaan Dies Natalis ke-57, pada Rabu (18/2/2026), bertempat di Nusa Dua Hall, Bali Nusa Dua Convention Center, Badung,

Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) menyelenggarakan Wisuda ke-100 yang dirangkaikan dengan Pelantikan Insinyur dan perayaan Dies Natalis ke-57, pada Rabu (18/2/2026), bertempat di Nusa Dua Hall, Bali Nusa Dua Convention Center, Badung.

Rektor Undiknas, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., IPM., ASEAN.Eng., dalam laporannya menyampaikan, bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan ruang refleksi atas kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membentuk lulusan yang unggul, adaptif, dan solutif.

“Melalui semangat Techno-researchpreneur University, Undiknas terus mendorong hilirisasi riset, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan ekosistem inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tegas Rektor.

Pada Wisuda ke-100 ini, Undiknas melepas 750 wisudawan/wati dari jenjang sarjana dan magister, masing-masing berasal dari Program Studi Manajemen sebanyak 311 orang, Akuntansi sebanyak 93 orang, Hukum 128 orang, Administrasi Publik sebanyak 22 orang, Ilmu Komunikasi sebanyak 120 orang, Teknik Sipil sebanyak 8 orang, Teknik Elektro sebanyak 4 orang, Teknologi Informasi sebanyak 4 orang, Magister Manajemen sebanyak 33 orang, Magister Administrasi Publik sebanyak 7 orang, dan Magister Hukum sebanyak 20 orang.

Pada momen bahagia wisuda kali ini, Undiknas turut melantik 36 Insinyur profesional yang telah menyelesaikan proses pendidikan dan pelatihan dengan dedikasi tinggi.

Selain itu, yang teristimewa pada wisuda ke-100, terdapat lulusan profesi insinyur yang mendapatkan jabatan fungsional profesor atas nama Prof. Dr. Ir. Evi Triandini, S.P., M.Eng.

Undiknas menegaskan komitmennya terhadap kebijakan Pendidikan Tinggi Berdampak yang selaras dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Sejak semester ganjil tahun akademik 2025/2026, mahasiswa sarjana semester akhir diwajibkan mempublikasikan karya ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi SINTA maupun jurnal internasional bereputasi seperti Scopus dan Web of Science (WoS).

BACA JUGA:  Sebanyak 648 Mahasiswa Baru Pilih Mahadewa University

Kebijakan ini menghasilkan berbagai capaian membanggakan, termasuk penghargaan Wisudawan Terbaik Bidang Publikasi Karya Ilmiah bagi mahasiswa yang unggul dalam proses penulisan hingga submission artikel ilmiah.

Dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, Undiknas terus mengembangkan program pemberdayaan di Desa Penebel, Kabupaten Tabanan, melalui proyek Precision Agriculture and Urban Farming. Sejak menjadi desa binaan pada 2019, Desa Penebel berhasil masuk dalam 3 Besar Desa Terbaik tingkat Provinsi Bali tahun 2025, dan kini tengah diarahkan menjadi Desa Ekowisata Berkelanjutan.

Upaya ini sejalan dengan dukungan Undiknas terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yang diimplementasikan melalui kebijakan akademik, riset terapan, hingga kolaborasi internasional.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar, Dr. AAN. Eddy Supriyadinata Gorda menyatakan, wisuda ke-100 ini merupakan cemeti (cambuk) bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Undiknas masih tetap tinggi. Sehingga, ini menjadi tantangan dalam menjaga kepercayaan masyarakat agar Undiknas tetap menjadi tujuan bukan pilihan.

Selain itu, lanjut Eddy Gorda, Dies Natalis Undiknas ke-57 menjadi tonggak untuk mempersiapkan generasi ke tiga. Hal ini menjadi tantangan bagi Undiknas, untuk menjawab survey penelitian yang menyebutkan bahwa family business generasi ke tiga tinggal 10 persen.

“Angka 57 tahun ini kaki kita sedang berada di dua tempat, yaitu generasi ke dua dan akan mempersiapkan generasi ke tiga. Penelitan yang menyebutkan bahwa family business generasi ke tiga tinggal 10 persen, tentu menjadi tantangan bagi kita. Apakah angka 57 itu sudah kita persiapkan generasi ke tiga Undiknas untuk siap melangkah, minimal seperti yang kita lakukan di generasi ke dua,” ujarnya.

Undiknas juga mencatatkan berbagai capaian kelembagaan, antara lain:

Akreditasi UNGGUL dari LAMSPAK untuk Program Studi Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi (sarjana), menjadi satu-satunya di Bali.
Penghargaan Bronze Winner – Pengelolaan Media Sosial Terbaik dan Berdampak pada Anugerah Diktisaintek 2025.
Penghargaan Silver Winner – Kerja Sama Internasional Terbaik dan Berdampak antar perguruan tinggi swasta se-Indonesia.

BACA JUGA:  Pelepasan SMK PGRI 3 Denpasar, 'Satukan Tekad Menuju Kesuksesan'

Dengan capaian tersebut, Undiknas siap membuka International Undergraduate Program (IUP) untuk Program Studi Ilmu Komunikasi dengan keunggulan Digital Preneur Communication. Dalam penutup laporannya, Rektor berpesan agar para lulusan menjadikan gelar akademik sebagai titik awal kontribusi yang lebih luas.

Pada usia ke-57 tahun, Undiknas juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kualitas, serta memperluas dampak pendidikan tinggi bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

“Success is not about how far you go, but how many lives you touch along the way. Your degree is not a destination, but a launchpad. From Bali, Undiknas inspires you — from growth to greatness. Grow Big, Go Beyond!” tutup Rektor Undiknas diakhir laporannya.

Sementara itu Ketua Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) selaku badan hukum penyelenggara pendidikan Undiknas, Dr. AAN Eddy Supriyadinata Gorda, memuji segala capaian Undiknas di bawah kepemimpinan Prof. Sri Subawa.

Pihaknya pun berkomitmen membantu peningkatan kualitas dari sisi luar akademik, misalnya penguatan infrastruktur baik fisik maupun sumber daya manusia. 

"Tentunya selalu ada tantangan ke depan. Kolaborasi antara yayasan dengan rektorat menjadi salah satu kunci eksistensi unit-unit pendidikan di bawah payung Perdiknas," pungkas ESG, sapaan karib AAN Eddy Supriyadinata Gorda.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top