“Begitu juga dalam pengabdian kepada masyarakat, diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Meskipun fasilitas kampus saat ini dinilai sudah sangat memadai, pihak yayasan berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan sarana dan kualitas institusi.
Ketua Umum Pengurus Pusat Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Prof. Dr. Thomas Suyatno yang hadir langsung dalam acara tersebut memberikan pesan menohok agar UNR tetap berjaya sepanjang zaman.
Prof. Thomas menekankan pentingnya reformasi menyeluruh bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Artinya, bahwa PTS harus melalukan berbagai perubahan dan pembaharuan dari segi norma, aturan, etika dan lain sebagainya.
Di sisi lain, ia juga menyampaikan, perlunya rekonstruksi aturan internal, termasuk statuta yayasan dan Peraturan Umum Karyawan (PUK), agar tetap selaras dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 dan indikator kinerja utama perguruan tinggi.
"Perguruan tinggi swasta harus adaptif. Apalagi tantangan kita tidak mudah. Kami terus berjuang di pusat, salah satunya mendesak aturan pembatasan waktu penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri. Jadi pesan saya, kalau ada masalah di daerah, sampaikan ke pusat. Jangan ribut di daerah," katanya.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam meningkatkan mutu universitas, acara ini juga diisi dengan penyerahan berbagai penghargaan kepada dosen, fakultas. Serta program studi atas kinerja gemilang mereka selama setahun terakhir.










