Membumikan Spirit Kartini di Kampus Perjuangan

DENPASAR – fajarbali.com | Hari Kartini merupakan momentum bagi perempuan di Indonesia untuk kembali mengingat nilai-nilai perjuangan perempuan dan semangat emansipasi dalam usaha peningkatan kualitas hidup perempuan. “Habis gelap, terbitlah terang’ memang tampak sebagai kalimat biasa, akan tetapi jika didalami, ada makna yang sangat kuat. Perempuan diibaratkan sebagai cahaya yang memberikan tuntunan dan pengetahuan.

Demikian dikatakan Rektor Universitas Ngurah Rai (UNR) Dr. Ni Putu Tirka WIdanti, MM., M.Hum., di sela membuka Seminar bertema “Semangat Kartini di Era Millenial” bertempat di kampus setempat, Kamis (21/4). Menariknya, seluruh dekan di lingkungan ‘Kampus Perjuangan’ didapuk sebagai nara sumber pada seminar yang berlangsung secara ofline tersebut.

“Jika kita berkaca pada kehidupan perempuan satu dekade yang lalu, tentu berbeda dengan kehidupan perempuan masa kini. Perkembangan di segala sektor mengarahkan para ” Kartini” masa kini harus terus dapat beradaptasi dan berjuang di segala kondisi,” kata Tirka Widanti.

Tirka Widanti melanjutkan, nilai nilai luhur perjuangan R.A Kartini akan selalu menjadi warisan yang tak ternilai harganya bagi seluruh perempuan Indonesia. Apalagi sebagai perempuan Bali khususnya, harus membawa pesan bahwasanya perempuan tidak hanya bercokol pada ranah lokal, namun di kancah lebis luas hingga dunia internasional.

Pasalnya, Bali tidak terlepaskan dari pariwisata dunia. Untuk itu, perempuan bali harus bisa menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, lingkungan, wilayah serta bangsa dan negara di kancah internasional. “Sebagai seorang perempuan kita harus bisa menjadi contoh, bukan memberikan contoh dimana pun kita berada,” imbuh dia.

UNR 21 4 22 2

Sementara itu Ketua Panitia Seminar Dr. Gede Wirata, S.Sos., SH.,MAP., mengatakan, Kartini millenial harus terus mengasah diri, harus mampu mengikuti perkembangan-perkembangan masa kini, karena Kartini Millenial dihadapkan dengan kemajuan teknologi informasi.

Kartini, menurutnya, sosok yang menyimpan kekuatan dahsyat ibarat Saktinya Dewa Siwa yang berwujud Dewi Parwati dan Durga. “Saat menjelma sebagai Parwati, ia sangat penyayang dan lemah lembut. Sebaliknya, saat murka, ia tampil sebagai Dewi Durga yang siap melibas siapa saja. Laki-laki bisa tak berdaya karena amarahnya,” kata Wirata mengandaikan.

Wirata mengajak kaum Kartini millenial selalu berpikir positif dan membangun kebersamaan, karena dengan kebersamaan, ia optimis Kartini millenial mampu menjawab tantangan di masa depan. Kartini milenial lanjut dia, tidak pantas lagi diidentikkan dengan urusan ‘3R’ yakni dapur, sumur dan Kasur. (Gde)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Sebanyak 127 Orang Ambil Bagian di Gebyar Vaksin Wayan Adhyaksa

Jum Apr 22 , 2022
DENPASAR–Fajarbali.com|
BPD BALI