Kecemasan warga kian bertambah, mengingat, kejadian tersebut terjadi ditengah maraknya penyebaran virus ASF yang belum ada obatnya dan telah banyak menyebabkan ternak babi di Bali dan Bangli pada khususnya mati secara mendadak. “Warga kami semakin khawatir adanya pembuangan bangkai babi tersebut, akan menyebabkan penyebaran penyakit ASF menulari ternak babi mereka. Selain itu, akibat pencemaran yang terjadi akan menyebabkan kebersihan dan kesehatan warga kami menjadi terganggu dan terancam,” sesalnya.
Atas kondisi tersebut, pihaknya meyakini pelaku pembuang bangkai babi tersebut bukan warga Landih, melainkan orang luar. Diperkirakan, pelaku pembuang bangkai babi tersebut diduga adalah salah seoarang oknum saudagar babi yang memang cukup banyak lalu Lalang dijalur tersebut. Namun hingga berita ini ditulis, bangkai babi itu masih dibiarkan di lokasi kejadian. Sebab, warga belum berani memindahkan karena takut akan penyebaran virus ASF yang kemungkinan ditularkan dari babi tersebut. "Kemungkinan besok (hari ini), baru kami laksanakan gotong-royong untuk memindahkan bangkai babi tersebut dari lokasi,"ujarnya. Tindak lanjut dari itu, pihaknya juga berharap pelaku pembuang babi yang tak bertanggungjawab tersebut segera bisa ditangkap agar dapat efek jera. (arw)










