BANGLI - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Ditengah merebaknya penyebaran penyakit Flu Babi Afrika atau ASF (African Swine Fever), warga banjar Landih, desa Landih, Bangli belakangan kian geram dan resah. Pemicunya, karena ulah oknum tak bertanggungjawab membuang bangkai babi tidak pada tempatnya. Bangkai babi yang masih dalam keranjang dan sudah mengeluarkan bau busuk yang menyengat tersebut, justru dibuang pelaku tak dikenal di tegalan bamboo milik warga yang notabene dekat dengan akses jalan raya.
Sesuai informasi yang berhasil dihimpun, Kamis (12/3/2020), adanya temuan seekor bangkai babi dalam keranjang bambu (ketumpung) yang dibuang di wilayah banjar Landih tersebut, sempat diunggah di media sosial facebook sehingga viral. Pertama kali bangkai itu ditemukan oleh salah seorang warga bernama Wayan Pau, Kamis pagi kemudian dilaporkan kepada Kelian Dusun hingga Perbekel Desa Landih, Wayan Suarta. “Tadi kami sudah melakukan cek lokasi. Memang benar, ada bangkai babi yang dibuang beserta ketumpungnya nyangkut disela-sela pohon bambu di tegalan milik salah seoarang warga kami,” ungkap Perbekel desa Landih, Wayan Suarta saat dikonfirmasi awak media.
Hanya saja, kata dia, lokasi tempat pembuangan bangkai tersebut berada di pinggir jalan raya. Tepatnya, dijalan menurun dari desa Landih menuju Pengotan yang notabene dibawahnya ada palinggih dan sumber mata air. Dampaknya, warga pun kian resah dan geram. “Bangkai babi yang dibuang dilokasi sudah mengeluarkan bau busuk yang menyengat. Itu membuat warga kami jadi resah, karena dikhawatirkan akan menyebabkan penyemaran lingkungan dan udara” jelasnya.










