Wagub Bali, Stafsus Wapres, dan Pejabat Lintas Sektor Bahas Stunting

Karena salah satu isu penting yang dibahas mengenai stunting, maka Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bali Sarles Brabar, turut hadir dalam pertemuan tersebut.

(Last Updated On: )

Foto : WAGUB Bali Cok Ace menerima kunjungan kerja Stafsus Wapres RI Zumrotul Mukaffa, di Kantor Gubernur Bali, Senin (14/8). Pertemuan dilanjutkan rapat lintas sektoral terkait stunting.

 

DENPASAR – fajarbali.com | Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menerima kunjungan kerja Staf Khusus Wakil Presiden (Stafsus Wapres) RI Zumrotul Mukaffa, di Kantor Gubernur Bali, Senin (15/8).

Karena salah satu isu penting yang dibahas mengenai stunting, maka Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bali Sarles Brabar, turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Turut hadir pejabat lintas sektoral di lingkup Pemprov Bali, di antaranya, Kepala Dinas PMDDUKCAPIL, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas SOSPPA, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Perikanan, Dinas Kominfo Provinsi Bali, Kepala BPOM Denpasar, BAPPEDA Bali, Ketua IBI, dan seluruh anggota TPPS Provinsi Bali.

Wagub Cok Ace menyambut baik, pelaksanaan evaluasi capaian strategi nasional percepatan penurunan stunting di Provinsi Bali.

“Kita ketahui bersama bahwa secara nasional target stunting di Tahun 2024 adalah 14%, namun Bali sendiri mempunyai target penurunan stunting di angka 6% untuk Tahun 2024” jelas Cok Ace yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Bali.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Nyoman Anom, menyampaikan, berbagai program terkait percepatan penurunan stunting telah dilaksanakan dengan baik bersama lintas sektor terkait.

Pihaknya selalu melibatkan kearifan lokal dalam memberikan sosialisasi percepatan penurunan stunting, seperti melibatkan media tradisional untuk memberikan informasi.

Metode tersebut, menurut dia lebih cepat diterima oleh masyarakat. “Sehingga dalam penyebaran informasinya kami melibatkan media termasuk media tradisional” ucapnya

Pada kesempatan yang sama, Sarles Brabar menambahkan, kerja sama lintas sektor terkait sudah terlaksana dengan baik. Terdapat beberapa capaian terbaik yang diperoleh oleh Provinsi Bali salah satunya adalah “The Best Desa Praktik Percepatan Penurunan Stunting, dengan program Semara Ratih”.

Semara Ratih merupakan pendampingan kepada calon pengantin, terkait kesiapan dalam memasuki masa berumah tangga dan skrining kesehatan bagi calon pengantin.

“Penghargaan ini kami dapatkan dalam Perayaan Hrganas ke-30,” jelasnya. Namun ia tak menepis, masih terdapat kendala pelaksanaan pendampingan keluarga beresiko stunting, terutama minimnya insentif yang diberikan kepada Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Zumrotul Mukaffa, mengapresiasi capaian prevelansi stunting Provinsi Bali. Menurutnya, penggarapan stunting dari 3 aspek yakni pencegahan, penanganan, dan dampak sudah sangat baik dan ini menjadi masukan sebagai praktik baik dalam percepatan penurunan stunting bagi provinsi lain.

“Kami mengingatkan untuk selalu meningkatkan kerja sama lintas sektor untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Provinsi Bali,” pesan Zumrotul Mukaffa. Gde

Next Post

Penguatan PLKB se-Bali, Sukseskan Program Bangga Kencana

Sel Agu 15 , 2023
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Sarles Brabar. Menurutnya PLKB adalah ujung tombak pelaksanaan Program Bangga Kencana di lini lapangan, jadi mereka harus mengetahui bagaimana mekanisme operasional yang harus dilakukan.
PLKB

Berita Lainnya