Sebagai anggota kelompok ahli Gubernur Bali, Prof. Suarta kembali mengajak hadirin untuk mendaftar di UPMI Bali dengan memanfaatkan tawaran beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).
UPMI Bali menyediakan kuota 100 kursi penerima SKSS. "Ini program Gubernur Bali untuk SDM Bali yang unggul. Selain bebas biaya kuliah, juga dapat uang saku Rp 1.400.000/bulan per mahasiswa," kata Prof. Made Suarta.
Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., S.Pd., M.Pd., menegaskan para wisudawan merupakan etalase UPMI Bali, menjadi tulang punggung dan think thank PGRI untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.
"Hari ini S.Kom tak hanya jadi Sarjana Komputer tapi juga Sarjana Kompetitor. S.Pd. bukan hanya Sarjana Pendidikan, namun Sarjana Percaya Diri. M.Pd., bukan hanya Magister Pendidikan tapi juganMakin Percaya Diri," kata IGB Arthanegara.
Kepala LLDikti Wilayah VIII, Dr. Ir. IGL. Bagus Eratodi, ST., MT., IPU. ASEAN. Eng., APEC. Eng., menegaskan UPMI Bali memiliki 41 doktor artinya sudah mencapai 32% sehingga sudah melampaui standar. "Artinya mahasiswa di UPMI Bali sudah diampuni oleh SDM yang berkualitas," tandas Eratodi.
Iapun memuji UPMI yang telah melahirkan puluhan ribu pendidik berkualitas, yang mana persebarannya tidak hanya di Bali, tapi seluruh tanah air.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Setda Bali, Dr. I Wayan Serinah berpesan kepada wisudawan agar menjadi SDM Bali yang unggul dan berintegritas. "Di balik setiap toga yang dikenakan ada hasil panen yang disisihkan, ada kebutuhan yang ditunda untuk kesuksesan Anda. Jadi jangan lupakan jasa orang tua Anda.," tandas Gubernur.










