Prevalensi Narkoba Masyarakat Bali Capai 15 Ribu Orang, 400 Orang Direhabilitasi Pertahun

 

DENPASAR –fajarbali.com |Tingginya angka penyalahguna narkoba di Bali yang didominasi anak dan perempuan juga mendapat keprihatinan dari Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra. 

 

Menurut Brigjen Sugianyar, dalam upaya penanganan narkoba saat ini dilakukan dengan tiga pendekatan. Yakni hard power, soft power dan smart power. Khususnya Hard power merupakan penangkapan terhadap pelaku narkoba dan diadili demi hukum. Namun, jenderal asli Bali ini berucap dampaknya kurang baik.

 

Dalam penjelasannya, kasus ini dapat dilihat dampaknya pada insiden kebakaran Lapas Tangerang. Dimana lapas tersebut sudah over kapasitas mencapai 400 persen didominasi narkoba. 

 

“Sementara Lapas kerobokan lebih parah lagi, sudah 500 persen overkapasitas dengan 70 persen napi merupakan kasus Narkoba,” ungkap mantan Kepala BNNP Nusa Tenggara Barat ini saat MoU BNN R dengan Kementerian PPPA, di Kuta Utara, Jumat 10 September 2021.  

 

Dengan adanya dampak tersebut, Kepala BNN RI Komjen Petrus Reinhard Golose segera mengatensi permasalahan dengan mengupayakan pendekatan soft power seperti rehabilitasi.

 

Dijelaskannya, dalam program rehabilitasi narkoba, sebaiknya perlu dilakukan assement bagi orang yang terlibat dalam kasus narkoba. Nantinya dapat dilihat apakah berperan sebagai pengedar atau pemakai. Begitu pula dengan jumlah barang bukti yang ada batas ketentuannya. 

 

“Prevalensi Narkoba masyarakat bali mencapai 15 ribu orang, namun yang direhabilitasi hanya 400 orang per tahun. Itu sangat sedikit, sisanya ini yang ditakutkan meningkat jadi pengedar,” ungkap mantan Kabid Humas Polda Bali ini. 

 

Jenderal bintang satu dipundak itu kembali mengatakan pihaknya sejak awal sudah berkoordinasi dengan Bupati Badung untuk menyediakan tempat rehabilitasi itu. 

 

“Kami sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Pak Bupati, Tolong warganya jangan ditunggu ditangkap dan diadili di lapas yang overkapasitas. Disana bukan jadi pulih atau sembuh, malah meningkat jadi pengedar. Hal ini juga yang turut memunculkan keinginan Bupati membuat tempat rehabilitasi untuk melindungi masyarakatnya,” tutupnya. (Hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Wabup Wayan Diar Harapkan Percepat Pemindahan Kampus UHN Sugriwa Ke Bangli

Sab Sep 11 , 2021
BANGLI-Fajarbali.com | Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar mendorong rencana pemindahan sekretariat Kampus Universitas Hindu Negeri (UHN) IGB Sugriwa ke Kelurahan Kubu, Bangli bisa secepatnya dilakukan. Mengingat Pemkab Bangli juga telah memberikan hibah lahan seluas 6,5 hektar yang dibutuhkan untuk menunjang pembangunan Kampus Bangli tersebut. Hal tersebut ditegaskan Wabup I […]