Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut karena memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
“Saya secara pribadi merasakan setiap kali hadir ke Indonesia untuk menjalani kolaborasi, selalu ada pengalaman pembelajaran baru yang saya dapatkan,” ungkapnya.
“Mudah-mudahan melalui kolaborasi ini dapat memberikan manfaat bersama dalam bentuk jaringan akademik. Bentuk kerja sama tersebut nantinya dapat berupa publikasi, riset bersama, ataupun pertukaran dosen dan mahasiswa yang akan kita sepakati dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS),” dia menambahkan.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum., menyampaikan apresiasi mendalam atas terjalinnya kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama pihak UKM.
Menurutnya, di tengah pesatnya arus globalisasi dan disrupsi teknologi, perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi menara gading.
“Kehadiran para pakar internasional menjadi bukti komitmen kami untuk membawa kampus menuju tingkat global melalui kolaborasi riset, publikasi, dan jejaring internasional,” kata rektor.
Ia berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan forum ini tidak hanya untuk menyimak materi, tetapi juga untuk membangun jaringan, berkolaborasi, dan terlibat dalam publikasi bersama. “Indikator kampus unggul saat ini bukan lagi sekadar akreditasi, melainkan keberadaan kolaborasi internasional,” pungkas Prof. Suarta.
Pihaknya pun berharap bisa melakukan kunjungan balasan ke Malaysia sebagai ajang mempererat ikatan kekeluargaan.










