MANGUPURA-fajarbali.com | Para remaja khusunya pelajar jenjang menengah pertama dan atas di Desa Mambal, Abiansemal, Badung, masuk kategori kelompok rentan tertular HIV/AIDS, karena berada di dekat obyek wisata yang dicurigai sebagai tempat transaksi seksual termasuk narkoba.
Sebagai upaya pencegahan dini, Tim Dosen Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar yang diketuai IKetut Suardana, S.Kp., M.Kes., melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas), Minggu (18/10/2026) bertempat di Balai Banjar Mambal Kajanan.
Pengabmas dilakukan melalui skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema Edukasi Pencegahan HIV/AIDS berbasis teman sebaya atau Sekarang Teruna-Teruni (STT).
Melalui pengabmas yang penuh dengan edukasi ini, diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat dalam mencegah terjadinya penularan HIV/AIDS di lingkungan keluarga.
"Disamping itu manfaat bagi petugas kesehatan di Puskesmas adalah remaja akan dapat membantu percepatan menyebaran informasi kepada para remaja lainnya, keluarga dan juga pada masyarakat disekitarnya," kata Suardana di sela kegiatan.
Pengabmas menyasar 42 orang remaja di Banjar Adat Mambal Kajanan yang terdiri dari: Pengurus STT, Anggota STT di Banjar Mambal Kajanan, Anggota STT di Banjar Trijata serta Anggota STT di Banjar Gumasih.
Ia melanjutkan, perkembangan kasus HIV di kecamatan Abiansemal berdasarkan hasil penelitian di RSUD Mangusada Badung tahun 2018 menduduki urutan kedua setelah Kecamatan Kuta.
Di daerah ini juga banyak berdiri Kafe yang mempekerjakan wanita penjaja seksual. Pihak UPT kesmas Abiansemal I dan III melaporkan jumlah kasus di wilayah kerjanya semakin meningkat, dimana kasusnya lebih banyak kalangan dewasa awal dan ibu rumah tangga.









