Pentingnya Sinergi Desa dan Komunitas ODHIV Dalam Penanggulangan HIV/AIDS

FPA Bali

Diskusi terfokus bersama jurnalis dan Kader Peduli AIDS terkait penanggulangan HIV/AIDS di Desa bertempat di Kubu Kopi Denpasar. (Foto: Tha)

 

DENPASAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) masih menjadi masalah kesehatan global yang serius. Meskipun saat ini sudah ada kemajuan dalam pengobatan dan perawatan, namun pencegahan, penularan baru serta menghentikan stigma negatif terhadap seseorang yang terinfeksi HIV/AIDS tetap menjadi fokus utama khususnya di Bali.

Hal di atas disampaikan Forum Peduli AIDS (FPA) Bali saat menggelar Diskusi Terfokus Bersama Jurnalis dan Kader Peduli AIDS Desa Dauh Puri Kelod terkait dengan Advokasi Penanggulangan AIDS di Desa Kota Denpasar Tahun 2023 bertempat di Kubu Kopi Denpasar, Sabtu (2/12).

Koordinator Program Advokasi FPA Bali sekaligus Ketua Komunitas Jurnalis Peduli AIDS (KJPA), Rofiqi Hasan menyebutkan, implementasi pencegahan HIV/AIDS di tingkat desa memainkan peran penting dalam mengurangi penyebaran virus dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko yang terkait dengan penyakit ini.

"Kita ingin menyampaikan bahwa pola penanggulangan HIV/AIDS yang kita rancang saat ini adalah berbasis desa. Kita mulai dari Kota Denpasar, ada total 27 desa dan 17 di antaranya sudah memiliki kepedulian melalui program, bahkan sudah membuat plot anggaran khusus untuk penanggulangan HIV/AIDS. Saat ini sudah ada dua desa di Kota Denpasar yang sepakat untuk bekerja sama dengan komunitas, salah satunya Desa Dauh Puri Kelod. Dengan adanya program dari desa ini tentu kami memiliki tujuan yaitu tercapainya Triple Zero 2030, yaitu tidak boleh ada stigma kepada ODHIV, tidak ada penularan baru, dan tidak ada kematian karena HIV/AIDS," ungkapnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top