Undang Gelak Tawa, Taman Penasar Duta Kabupaten Badung Angkat Isu Sosial Masyarakat 

1000670021
Wimbakara (Lomba) Taman Penasar Duta Kabupaten Badung pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Kamis (18/6).

 

Mengenai target pada PKB tahun ini, I Wayan Citra mengaku proses persiapan tidak mudah. Pembatasan usia peserta antara 17 hingga 28 tahun menjadi tantangan tersendiri, ditambah minimnya peminat seni Taman Penasar di kalangan generasi muda.

 

“Kami sempat mengalami kesulitan mencari personel. Ada yang masih sekolah, baru bekerja, atau sedang mempersiapkan kuliah. Bahkan di tengah proses persiapan kami sempat merasa frustrasi. Namun, astungkara semuanya bisa teratasi. Seluruh penyaji, panembang, dan penabuh yang tampil merupakan putra-putri Kuta Selatan, kecuali pembina,” ungkapnya.

 

Dalam Wimbakara Taman Penasar PKB XLVIII Tahun 2026, Sanggar Seni Semar Pegulingan Sekar Tunjung Biru membawakan garapan berjudul “Upahayu Atmeng Tanu”, berdasarkan naskah karya I Nyoman Wija Widastra bertajuk Wijil Akah Canging.

 

Garapan tersebut dibina oleh I Nyoman Wija Widastra dan I Putu Raka Wijana sebagai pembina tembang, serta I Ketut Aditya Putra, S.Sn., M.Sn., dan I Wayan Pradnya Pitala, S.Sn., sebagai pembina tabuh.

 

“Upahayu Atmeng Tanu berasal dari kata upahayu yang berarti memelihara dan atma ing tanu yang berarti Sang Hyang Atma yang berada dalam tubuh. Jadi, Upahayu Atmeng Tanu memiliki makna memelihara Sang Hyang Atma yang bersemayam dalam angga sarira atau tubuh manusia,” pungkas I Wayan Citra.W-004

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top