Ujian TA Proyek Inovatif Sastra UPMI Bali Hasilkan Buku Sastra, Diuji Sastrawan dan Wartawan

IMG-20260701-WA0062
Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali kembali meluluskan tiga orang mahasiswa melalui jalur tugas akhir nonskripsi berupa proyek inovatif karya sastra.

Menurut Sidi, selain menghasilkan buku karya sastra, ketiga mahasiswa juga membuat laporan tugas akhir yang berisi latar belakang dan tujuan penciptaan, proses kreatif pengarang/penulis, deskripsi karya, serta relevansi karya inovatif tersebut bagi dunia pendidikan.

“Laporan itu semacam pertanggungjawaban proses kreatif mereka dalam berkarya,” kata Sidi.
Ketiga mahasiswa yang memilih jalur proyek inovatif karya sastra ini memang memiliki latar belakang menulis sastra atau karya jurnalistik.

Putri Wedani menulis puisi Bali yang dimuat di sejumlah media massa di Bali. Indra Sanjaya juga seorang seniman dalang yang kerap membuat pupuh. Vira merupakan penulis di salah satu media daring di Bali.

Bukan Lebih Mudah, Tapi Tantangan Berkarya

“Walaupun ini nonskripsi, bukan berarti lebih mudah. Tapi, saya senang, karena menjadi tantangan bagi saya untuk berkarya secara kreatif,” kata Putri Wedani.

Indra Sanjaya mengaku memang sejak awal tertarik membuat proyek inovatif sastra tradisional berupa geguritan. Sebagai dalang muda, dia ingin menciptakan karya yang mendukung kemampuannya mendalang.

“Kebetulan ayah saya memberikan suatu catatan dari guru nabe beliau tentang dunia pewayangan. Atas saran dosen pembimbing, saya ubah itu menjadi geguritan sehingga bisa dikenalkan kepada masyarakat luas,” kata putra dalang I Ketut Muada alias Joblar ini.

Sementara Vira menghimpun kembali berita kisah yang ditulis di tatkala.co untuk dikembangkan menjadi buku karya jurnalisme sastrawi tentang kuliner khas Bali. “Harapan saya, orang tak hanya mengenal cita rasa kuliner khas Bali itu, tapi juga mengetahui kisah-kisah khas di baliknya,” ujar Vira.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top