Tunjang Pariwisata, PUPR Badung Garap Penataan Pantai dan Sungai

47 Views


Ilustrasi

BADUNG- Fajarbali.com|Sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung untuk menunjang dan meningkatkan potensi pariwisata, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung secara bertahap melaksanakan program penataan pantai dan muara sungai di pantai Seminyak, Legian dan Kuta (SAMIGITA) serta di area Pantai Batu Belig hingga Pantai Berawa, di samping itu juga menata kawasan sucinya.

“Sesuai rencana kerja, di kawasan SAMIGITA sedang berlangsung penataan yang diantaranya membangun fasilitas publik seperti, Jalan Setapak (Walkway), Pemasangan Lampu Penerangan, Areal parkir, Taman Bermain, Toilet, Balawista dan Gedung Tsunami Shelter,” ungkap Kepala Dinas PUPR

Kabupaten Badung, Ir. Ida Bagus Surya Suamba, S.T. M.T kepada wartawan di Badung, Senin (05/09/2022)

Lanjut Ida Bagus Surya menyampaikan, untuk Kawasan Batu Belig sampai dengan Pantai Berawa akan dilakukan pembangunan fasilitas penunjang, seperti Pembangunan Area Pura Batu Bolong, Bangsal Nelayan, Area Plaza Kuliner, Balawista, Area Sport Center dan Play Ground.

“Permasalahan utama yang dapat mengganggu di pesisir pantai adalah tertutupnya muara sungai, berkurangnya lebar sungai secara alamiah (sedimentasi) dan hal ini akan mengakibatkan banjir di hulu dan juga para stakeholder di pantai. Salah satu hal yang menjadi perhatian kami adalah berkurangnya lebar sungai yang diakibatkan adanya pelanggaran sempadan sungai dan tentunya akan ditertibkan,” tegas Ida Bagus Surya.

Menyikapi hal itu sebutnya, PUPR Badung akan bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai Bali Penida (BWSBP) dan akan melakukan pendataan serta peringatan.

“Selain penataan alur sungai, penataan muara sungai juga merupakan hal yang harus dilakukan untuk antisipasi debit banjir saat musim penghujan. Pada Tahun 2015 kami melakukan pembangunan longstorage Tukad Mati (untuk mengurangi dampak banjir di Tukad Mati) dan tahun 2016 melakukan normalisasi alur penataan sungai yang bermuara di kawasan Suci Pura Petitenget,” bebernya.

Hal sangat penting ia tekankan, bagaimana mengantisipasi bencana banjir yang pasti berdampak negatif pada masyarakat dan pariwisata. Tentunya melihat alur sungai yang mengalami pendangkalan dan penyempitan.

Sebagaimana dilakukan saat ini (normalisasi sungai tahun 2022, red) di berapa tempat seperti kegiatan di aliran Sungai Yeh Poh yang alirannya berpindah-pindah, tentu dikatakan perlu dilakukan pendekatan teknis. Sehingga jelasnya, kepastian investasi dan keamanan masyarakat di bagian hulu hingga hilir bisa terhindar dari bahaya banjir dan dapat terjaga.

“Semua yang kami lakukan ini tentunya akan menjadi momentum bersama bagi percepatan pemulihan ekonomi lokal pada sektor pariwisata. Penyediaan sarana dan prasarana oleh pemerintah Kabupaten Badung yang dapat menjamin perlindungan bagi kepentingan publik serta kelestarian lingkungan berkelanjutan,” tutup Ida Bagus Surya.(eli)

Next Post

Prodi Sarjana Ekonomi FEB UNUD Gelar Rapat Koordinasi Pelepasan Mahasiwa Program MBKM Tahun 2022

Sen Sep 5 , 2022
Rapat Koordinasi MBKM Tahun 2022
FEB Unud-171a5add