Transparansi Mengubah Sampah Menjadi Harapan

IMG-20260716-WA0046
Tim Pengabdian Unwar melakukan pendampingan di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) Sadu Kencana, Desa Dauh Peken, Tabanan.

Padahal, transparansi dan akuntabilitas merupakan fondasi utama dalam setiap organisasi, termasuk organisasi pengelola sampah.

Tanpa adanya sistem pencatatan yang tertib, pengelola akan kesulitan memantau kondisi riil keuangan, mengevaluasi kinerja berkala, maupun mempertanggungjawabkan penggunaan dana kepada masyarakat luas.

Sentuhan Akademis: Memperkuat Manajemen

Berangkat dari realitas tersebut, Universitas Warmadewa (Unwar) hadir mengambil peran melalui program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan manajemen dan tata kelola di TPS3R Sadu Kencana.

Dr. Ni Made Intan Priliandani, S.E., M.Si., tim Pengabdian Unwar mengatakan, program ini dirancang komprehensif, tidak hanya memberikan pelatihan pencatatan keuangan sederhana, tetapi juga mendampingi pengurus secara langsung.

Intan mengurai, pendampingan meliputi penyusunan laporan keuangan dan kegiatan, pembenahan struktur organisasi, hingga perumusan SOP operasional.

Hasil dari kolaborasi ini pun mulai menunjukkan tren positif. Pengurus kini mampu melakukan pencatatan transaksi secara lebih sistematis melalui format buku kas masuk dan keluar yang teratur.

Dampaknya pun menurut Intan, langsung terasa, yakni, mempermudah pemantauan, kepercayaan meningkat, serta terciptanya standarisasi kerja.

"Dengan pedoman kerja yang jelas, pelayanan yang diberikan menjadi lebih konsisten, dan keberlangsungan TPS3R tidak lagi bergantung pada figur atau individu tertentu saja," jelas Intan.

Menuju Ekonomi Sirkular dan Target SDGs

Langkah penguatan administrasi ini menariknya ikut memperkokoh implementasi konsep ekonomi sirkular di Desa Dauh Peken. Sampah organik yang dulunya menjadi beban dan dibuang begitu saja, kini diolah menjadi pupuk kompos bernilai ekonomis.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top