MANGUPURA-fajarbali.com | Pemerintah daerah Bali mengajak korporasi-korporasi bersatu dan berkolaborasi menangani problematika sampah di sumbernya agar tidak sampai mencemari laut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Bali I Made Dwi Arbani menilai Coca-Cola bisa menjadi salah satu contoh bagi korporasi lain untuk terlibat menangani sampah di sumbernya.
Kolaborasi ini sangat penting, dan mendesak agar sampah tertangani di pesisir dan tidak berpindah ke laut yang dapat menyebabkan masalah lebih besar lagi.
Menurutnya, laut adalah destinasi wisata unggulan di Bali. Sehingga jika pantainya rusak orang tidak akan datang ke Bali.
"Sekarang dari dari Coca Cola membantu juga cara penanganan sampah di Pantai Seminyak. Makanya ayoo sama-sama berkolaborasi,” ajaknya saat menjadi narasumber di Peringatan World Ocean Day, Coral Triangle Day and Road to Ocean Impact Summit 2026 di Peninsula Island, The Nusa Dua pada Minggu (7/6/2026).
TPS3R Seminyak berdiri sejak tahun 2003 silam menjadi tulang punggung pemilahan sampah pesisir Pantai Seminyak. TPS3R ini mempraktekkan pemilahan sampah dan mempraktekkan circular economy berupa pengolahan botol bekas karena dukungan dari Coca Cola. TPS3R ini juga sudah memiliki bengkel hingga gudang mesin press serta mampu mengolah botol bekas hingga 11 ton untuk menjadi sumber tambahan pendapatan usaha.
Dwi Arbani menekankan bahwa kondisi sampah di Bali sudah butuh penanganan lintas sectoral, karena pemerintah tidak bisa berjalan sendirian. Saat ini, dari 9 kabupaten kota hanya Kota Denpasar dan Kabupaten Badung terlayani jasa pemungutan sampah, sedangkan daerah lain belum merata.










