Tingkatkan Kunjungan, DTW Ulun Danu Beratan Ajak Wisatawan Belajar Buat Gebogan

IMG-20260715-WA0181
Parade Gebogan dan Beleganjur yang di gw karena Daerah Tujuan Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan telah memasuki hari ke-20. rabu (15/7/2026)
TABANAN - fajarbali. com | Parade Gebogan dan Beleganjur yang digelar di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan telah memasuki hari ke-20. Kegiatan tahunan yang akan berakhir 9 Agustus 2026 ini berjalan sesuai jadwal dan menjadi salah satu daya tarik utama wisata budaya di kawasan Ulun Danu Beratan.

Humas DTW Ulun Danu Beratan, Agus Teja Saputra, menyampaikan, bahwa seluruh rangkaian acara tetap mengacu pada rundown yang telah ditetapkan sejak awal dan tidak mengalami perubahan. “Tidak ada perubahan, semua sesuai rundown yang sudah ditetapkan. Karena takutnya dari peserta, kan mereka sudah menyiapkan dari jauh-jauh hari, biar mereka juga tidak bingung ketika ada perubahan di tengah jalan. Jadi kita hanya melaksanakan jadwal-jadwal yang sudah ada,” ujar Teja. Rabu (15/7/2026) .

Sebagai pengembangan, pihaknya menambahkan dua fasilitas khusus bagi wisatawan untuk belajar membuat gebogan. Penambahan ini merupakan masukan dari para pemandu wisata. “Gebogan yang kita sediakan untuk wisatawan belajar itu memang masukan dari teman-teman guide. Para guide yang berkunjung ke sini, tamunya juga ingin merasakan bagaimana cara membuat gebogan, makanya kita fasilitasi,” jelasnya.

Proses pembuatan gebogan dimulai pukul 10.00 WITA dan selesai sekitar pukul 13.30 WITA. Selanjutnya peserta melakukan gladi pada pukul 15.00 WITA untuk persiapan parade keesokan harinya. Teja menyebut antusiasme wisatawan asing cukup tinggi terhadap kegiatan ini. Terkait pembinaan, DTW Ulun Danu Beratan juga memberikan bantuan dana untuk masing-masing banjar. Setiap hari banjar yang berbeda ditugaskan membuat gebogan dan beleganjur. terdapat 18 Banjar yang mengikuti parade Gebogan dan Beleganjur ini.

Adanya event yang disosialisasikan jauh-jauh hari berdampak pada peningkatan kunjungan. Saat ini jumlah wisatawan menyentuh angka 2.000 orang per hari. Pada periode libur sekolah kemarin, jumlahnya mencapai 2.500 orang hingga tanggal 12 Juli 2026. Peningkatan didominasi wisatawan domestik.

BACA JUGA:  Bupati Eka Bagikan 1.100 Masker dan Sembako
“Dengan adanya event yang kita sudah sosialisasikan dari jauh-jauh hari, dan memang event ini rutin setiap tahun kita adakan, jadi kita berharap kunjungan tetap meningkat,”imbuhnya.

Sementara itu, salah satu panitia sekaligus tim penilai, I Gede Jimatakori, menjelaskan terdapat sejumlah pakem wajib dalam pembuatan gebogan. “Ada beberapa pakem yang wajib ada dalam pembuatan gebogan, yaitu dulang sebagai tempat dan jajanan. Selanjutnya ada hiasan rambut terbuat dari janur, hiasan rambut dan canang yang ada di atasnya. Itu wajib diisi. Sedangkan untuk kreasinya tidak ada batasan,” kata Jimatakori. Untuk penilaian, unsur warna menjadi perhatian khusus. Buah yang digunakan wajib buah lokal. Tinggi gebogan ditetapkan minimal 60 cm dan maksimal 70 cm agar memudahkan saat parade.

“Jumlah gebogan dalam parade minimal 20, dan boleh membawa cadangan maksimal 6. Jadi totalnya maksimal 26,” tambahnya. Jimatakori berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus memberi dampak positif bagi generasi muda.

“Acara ini menjaga warisan leluhur dan budaya, serta menghilangkan kegiatan negatif untuk anak muda. Karena sekarang kita fokus untuk melestarikan budaya dan pastinya tentang perputaran ekonomi di sekitaran budaya,” pungkasnya.M-002

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top