Pentas Barong Dance Tingkatkan Daya Tarik Wisatawan ke DTW Ulun Danu Beratan

IMG_20260702_204338
Atraksi Penari dengan Penonton di Pentas Bsrong Dance, di Ulun Danu Beratan kamis (2/7/2026)

TABANAN - Fajarbali.com | Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Bedugul, Kabupaten Tabanan, menyelenggarakan Pentas Budaya Parade Gebogan dan Beleganjur selama periode libur sekolah. Salah satu atraksi yang ditampilkan adalah Barong Dance pada Kamis (2/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin tahunan pengelola untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Humas DTW Ulun Danu Beratan, Agus Teja Saputra, menyampaikan bahwa Parade Gebogan dan Beleganjur, dilaksanakan sebanyak dua kali dalam setahun.

"Di Juni, Juli, dan Agustus kami mengadakan Parade Gebogan. Sementara di Desember kami menampilkan Tari Bali tabuh tegak," ujar Agus di Bedugul. 

Ia menjelaskan, penyelenggaraan pada periode Juni hingga Agustus sengaja diselaraskan dengan masa libur sekolah. Hal ini dimaksudkan agar siswa-siswi di lingkungan Pura Ulun Danu Beratan dapat berpartisipasi sebagai penari.

"Pada tahun ini pentas budaya dilaksanakan hampir setiap hari. Untuk hari ini, kami menampilkan Barong Dance pada pukul 11.00 WITA dan 15.00 WITA," jelasnya.

Agus mencatat terjadi peningkatan jumlah kunjungan selama periode libur sekolah. Rata-rata kunjungan saat ini berada pada angka 1.500 hingga 2.000 orang per hari. Angka tersebut meningkat dibandingkan hari biasa yang berkisar 1.000 hingga 1.200 orang.

"Pada masa high season, kunjungan sempat mencapai 3.000 orang. Komposisi wisatawan antara domestik dan mancanegara hampir berimbang," ungkapnya.

Untuk wisatawan domestik, daerah asal terbanyak berasal dari Jawa Timur dan Yogyakarta. Sementara untuk wisatawan mancanegara, masih didominasi oleh wisatawan asal India.

Ia menambahkan, peningkatan kunjungan tidak hanya terjadi pada akhir pekan. "Karena wisatawan kami berasal dari nusantara dan mancanegara, maka kunjungan pada akhir pekan dan hari biasa relatif sama," katanya.

Agus menyatakan, adanya pentas budaya berdampak pada lamanya wisatawan berada di kawasan Bedugul. Sebelumnya wisatawan rata-rata berada di Bedugul selama tiga jam. Dengan adanya informasi pentas budaya, mereka cenderung menunggu dan memperpanjang durasi kunjungan. 

BACA JUGA:  Bupati Eka Pimpin Rapat Koordinasi Forkopimda tentang Penanganan Covid-19 di Kabupaten Tabanan

Festival ini telah dilaksanakan sejak tahun 2018, sempat dihentikan pada 2022 akibat pandemi. Tarif masuk yang berlaku saat ini Rp50.000 untuk wisatawan domestik dan Rp100.000 untuk wisatawan mancanegara.

Salah satu wisatawan domestik, Raditya, mengapresiasi penyelenggaraan pentas budaya tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilestarikan.

"Pentas budaya ini sangat menarik. Saya berharap kegiatan ini terus dilestarikan karena seni merupakan bagian penting dari budaya yang tidak boleh punah seiring perkembangan zaman," ujarnya.M-002

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top