Tingkatkan Kompetensi Direksi BPR/S di Bali, KPW LPS II dan DPD Perbarindo Bali Berikan Pelatihan Mengenai Penanganan Aset Bermasalah

u10-IMG-20251029-WA0002
"Rural Bank Dialogue 2025 Advancing Local Resilience Through Banking Talent Excellence" yang digelar oleh KPW LPS II bersama DPD Perbarindo Bali di Legian, Kuta, Badung, Selasa (28/10/2025.

Pertumbuhan Ekonomi Pada Triwulan II-2025 untuk provinsi di wilayah kerja KPW LPS II tercatat cukup beragam, Bali sebagai salah satu wilayah kerja KPW LPS II mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi yaitu 5,95% pada Triwulan II-2025, didorong oleh percepatan pertumbuhan sektor yang terkait dengan pariwisata yaitu Akomodasi Makan Minum (13,93% yoy), Transportasi (7,3% yoy), dan Jasa Perusahaan (7,89%).

Solidnya kinerja ekonomi pada Triwulan II 2025 turut didukung peningkatan fungsi intermediasi perbankan. Kinerja industri BPR dan BPRS secara nasional cukup baik tercermin dari tren fungsi intermediasi yang positif dengan pertumbuhan DPK dan pembiayaan pada BPRS tercatat masih relatif lebih tinggi dibandingkan pada BPR.

Pertumbuhan total Dana Pihak Ketiga (DPK) posisi Agustus 2025 yaitu BPR sebesar Rp146,6 Triliun (naik 3,75% yoy) dan BPRS sebesar Rp17,2 Triliun (tumbuh 8,32% yoy). Sementara itu, pada periode yang sama, penyaluran kredit BPR mencapai Rp155 Triliun (tumbuh 5,18% yoy) dan pembiayaan BPRS sebesar Rp19,7 Triliun (naik 7,20% yoy).

Ketahanan BPR dan BPRS dalam menyerap risiko cukup solid dan memadai ditopang tingkat permodalan yang masih tinggi dengan KPMM BPR sebesar 30,08% (Agustus 2025) dan KPMM BPRS sebesar 20,01% (Agustus 2025).

Namun demikian, peningkatan penyaluran kredit BPR dan BPRS perlu mengantisipasi peningkatan risiko kredit dengan rasio GNPL BPR sebesar 12,87% dan GNPF sebesar BPRS 11,05% (Agustus 2025).

DPK pada seluruh produk tumbuh positif secara tahunan, per Agustus 2025 pertumbuhan DPK pada BPR/BPRS untuk produk tabungan dan deposito tumbuh masing-masing sebesar 4,53% dan 4,08% yoy. Secara komposisi deposito berkontribusi Rp114,08 triliun atau 64,41% terhadap total DPK industri.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top