MANGUPURA-fajarbali.com | Bank Perekonomian Rakyat/Syariah (BPR/S) di seluruh Bali diharapkan mampu meningkatkan kompetensi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi perbankan khususnya di Pulau Bali.
Bahkan, secara khusus BPR/S harus memiliki kemampuan yang memadai dalam menghadapi berbagai tantangan internal dan eksternal sekaligus menghadapi berbagai peluang khususnya terkait dengan penyelesaian aset bermasalah. Karena bagaimanapun, keberlangsungan BPR/S sangat bergantung pada tingkat kepercayaan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah II Bambang S. Hidayat dalam sosialisasi dan edukasi bersama DPD Perbarindo Bali yang diadakan di Legian, Kuta, Badung, Selasa (28/10/2025).
Kegiataan bertajuk "Rural Bank Dialogue 2025 Advancing Local Resilience Through Banking Talent Excellence", tersebut diikuti oleh sebanyak 128 Direksi BPR/BPRS.
Pelatihan untuk meningkatkan kompetensi ini menghadirkan narasumber seperti Direktur Eksekutif Bidang Strategi dan Kebijakan Ekonomi, Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Gaffari Ramadhan, Kepala Divisi Surveilans BPR LPS Rizki Oktora Vega, Spesialis Madya Riset LPS Handri Thiono, dan General Manager J Trust Invesments Indonesia Teddy Indrayaja Tjiptadi yang secara khusus memberikan materi tentang hak pengalihan piutang (cessie).
Selain itu, juga dihadiri oleh Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, OJK Provinsi Bali Ananda R. Mooy, dan Ketua DPD Perbarindo Bali I Ketut Komplit.
"Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hadir sebagai salah satu pilar penting stabilitas sistem perbankan nasional dengan fungsi utama menjamin simpanan nasabah, dan turut menjaga stabilitas perbankan.Karena itu, kegiatan ini memiliki lima tujuan utama yang ditujukan guna meningkatkan kualitas SDM di BPR/S," kata Bambang.










