Tiga Dosen Poltekkes Kemenkes Denpasar Sampaikan Orasi Ilmiah Rangkaian Dies Natalis ke-25

IMG-20260419-WA0005
Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar Dr. Sri Rahayu S.Tr.Keb. S.Kep., Ners., M.kes., memberikan apresiasi kepada dosen yang produktif berkarya serangkaian Dies Natalis ke-25, Jumat (17/4/2026).

DENPASAR-fajarbali.com | Peringatan ulang tahun atau dies natalis ke 25, Poltekkes Kemenkes Denpasar menggelar sidang terbuka senat dirangkai orasi ilmiah dan apresiasi terhadap seluruh dosen yang produktif menulis karya. Kegiatan berlangsung di Auditorium Poltekkes Kemenkes Denpasar, Jumat (17/4/2026).

Tiga dosen yang menyampaikan orasi ilmiahnya, yakni Prof. Dr. Komang Ayu Henny Achjar. SKM. M.Kep. Sp.Kom; dengan judul orasi "Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular: Tantangan Terkini dan Rekomendasi Kebijakan Untuk Intervensi Berkelanjutan".

Orator kedua, Dr. Ni Nyoman Budiani, S.Si.T., M. Biomed; dengan judul orasi: "Boreh Jangkep Wangi Sebagai Terapi Komplementer Tradisional Bali Untuk Mengurangi Ketidaknyamanan Punggung Ibu Hamil".

Serta Dr. Ni Komang Wiardani, SST.M.Kes; dengan judul orasi: "Pendekatan Holistik Terintegrasi Sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Obesitas".

Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar Dr. Sri Rahayu S.Tr.Keb. S.Kep., Ners., M.kes., menegaskan, ketiga orasi dari ilmu keperawatan, kebidanan dan gizi tersebut sangat relevan dan bermanfaat bagi seluruh elemen masyarakat, terutama pemangku kebijakan. 

Sebab, orasi tersebut merupakan hasil riset sehingga datanya dapat dipertanggungjawabkan. "Kalau ibaratnya orasi tadi daging semua. Sangat baik untuk kita kaji bersama," ungkap Sri Rahayu. 

Orasi ilmiah mengangkat tema "LEGACY Learning and Growing to Contribute, and Inspire Youth for the Future" Tema ini mencerminkan pentingnya proses pembelajaran dan pertumbuhan yang berkelanjutan sebagai fondasi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.

"Melalui tema ini, diharapkan seluruh peserta dapat menumbuhkan semangat untuk terus belajar, berkembang. serta meninggalkan jejak kebaikan (legacy) yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar," jelasnya.

Pelaksanaan orasi ilmiah ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan transformasi di bidang kesehatan, khususnya dalam menjawab berbagai isu strategis yang berkembang di masyarakat dan dapat memberikan manfaat yang besar.

BACA JUGA:  Pemprov Bali Restui UNR sebagai Penyelenggara Kursus dan Pelatihan Naker ke Darwin

Tidak hanya bagi civitas akademika, tetapi juga bagi masyarakat luas, serta mampu mendorong terwujudnya generasi yang unggul, berdaya saing, dan inspiratif di masa depan. 

Mengenai sejarah perguruan tinggi kesehatan milik Kementerian Kesehatan tersebut, Sri Rahayu menjelaskan, kampus itu didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menkes dan Kesos Nomor: 298/Menkes-Kesos/SK/IV/2001 tanggal 16 April 2001.

Berdasarkan surat keputusan tersebut, status Perguruan Tinggi Kedinasan milik Departemen Kesehatan yang tersebar hampir diseluruh Provinsi wilayah Republik Indonesia ditetapkan menjadi Politeknik Kesehatan. Poltekkes Kemenkes Denpasar merupakan hasil penggabungan 5 Akademi Kesehatan milik Departemen Kesehatan di Provinsi Bali.

Poltekkes Kemenkes Denpasar berdiri tahun 2001, sampai dengan tahun 2024 Poltekkes Kemenkes Denpasar telah memiliki 6 Jurusan dengan 13 prodi, yaitu: Prodi Diploma III Keperawatan, Prodi Diploma III Kebidanan, Prodi Diploma III Kesehatan Gigi, Prodi Diploma III Gizi, Prodi Diploma III Sanitasi, Prodi Diploma III Teknologi Laboratorium Medis, Prodi Sarjana Terapan Keperawatan, Prodi Sarjana Terapan Kebidanan, Prodi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika, Prodi Sarjana Terapan Kesehatan Lingkungan, Prodi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, Prodi Pendidikan Profesi Ners dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan.

"Poltekkes Kemenkes Denpasar telah menunjukkan pencapaian luar biasa. Berdasarkan Laporan Kinerja 2025, dari 22 Indikator Kinerja Utama, seluruhnya tercapai 100%," kata Sri Rahayu.

Beberapa capaian unggulan dan penghargaan yang berhasil kita raih antara lain:

1. Penghargaan Poltekkes Kemenkes Terbaik III tingkat nasional.

2. Penghargaan sebagai Direktur Poltekkes Kemenkes Terbaik I dengan predikat Inspiring Leader Tahun 2024-2025.

3. Piagam Penghargaan untuk Politeknik Kesehatan Denpasa sebagai peringkat pertama di rumpun pendidikan untu Serapan Anggaran Terbaik.

4. Jumlah pendapatan BLU mencapai Rp48,5 miliar (113,89 dari target).5 Persentase kelulusan uji kompetensi sebesar 07.48% (di atas target 95%)

BACA JUGA:  Pesan Menohok Dekan ke Lulusan FBS UPMI: Jangan Berhenti Berpikir!

6 100% program studi telah terakreditasi Unggul oleh LAM-PT Kes. 

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top