Sementara itu, Ketua Perdiknas, Dr. AAA. Eddy Supriyadinata Gorda, berharap ilmu yang diperoleh Pradhana dapat diterapkan dalam pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Perdiknas maupun Undiknas.
"Harapan saya sederhana, setelah menjadi doktor beliau bisa menjadi mediator, bukan menjadi stresor. Jangan sampai orang yang meneliti stres justru menjadi penyebab stres," ujarnya.
Menurunya, hasil penelitian tersebut sangat relevan untuk mendukung pengelolaan sumber daya manusia, khususnya dalam membangun lingkungan kerja yang sehat dan mampu meningkatkan ketahanan pegawai menghadapi berbagai tekanan.
"Stres pasti ada. Yang terpenting adalah bagaimana kita membuat sumber daya manusia memiliki daya tahan terhadap berbagai stresor," kata ESG.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 33 persen dosen di lingkungan Undiknas masih dalam proses menempuh pendidikan doktor. Yayasan, kata dia, terus memberikan dukungan bagi dosen yang memperoleh rekomendasi dari rektor untuk melanjutkan studi.
Pihaknya memiliki kebijakan membantu pembiayaan maksimal enam orang setiap tahun. Tujuannya agar dukungan yang diberikan bisa lebih optimal. Siapa yang mendapat kesempatan tetap berdasarkan rekomendasi dari rektor karena berkaitan dengan izin belajar. [gde]










