Svara Bumi, Simfoni Alam dan Ritual yang Menyatukan Bali-Australia

2026-02-14-at-09.00.18
Pertunjukan karya tari ritual bertajuk ‘Svara Bumi’ di Geoks Singapadu, Gianyar.

GIANYAR-fajarbali.com | Panggung seni Geoks di Desa Singapadu, Gianyar, menjadi saksi bisu lahirnya sebuah dialog budaya yang mendalam pada Kamis (12/2). Karya tari ritual bertajuk Svara Bumi hadir bukan sekadar sebagai tontonan, melainkan sebagai jembatan spiritual yang menghubungkan tradisi Bali dengan akar budaya Aborigin dari Australia. Pementasan ini merupakan buah pemikiran Ayu Linda Gayatri, seorang Art Director yang selama delapan tahun terakhir aktif merajut jejaring seni rupa dan pertunjukan di Negeri Kanguru.

Kolaborasi ambisius ini tidak berdiri sendiri, melainkan mendapat dukungan akademis yang kuat melalui kemitraan dengan University of New South Wales (UNSW). Melalui mediasi Prof. Dr. Manolette Mora, seorang pakar etnomusikologi sekaligus anggota UNESCO, Svara Bumi diproyeksikan untuk melanglang buana hingga ke Australia. Visi jangka panjang dari kerja sama ini bahkan mencakup rencana pembangunan Pendopo Bali di Australia sebagai pusat pertemuan lintas budaya bagi para seniman dan akademisi.

Lahir dari kegelisahan mendalam terhadap kerusakan lingkungan dan renggangnya relasi antarmanusia, Svara Bumi menyuarakan pesan universal tentang pelestarian alam. Ayu Linda menegaskan bahwa bumi memiliki "suara" yang selama ini sering terabaikan oleh hiruk-pikuk modernitas. “Melalui gerak tari, karya ini mengingatkan kembali pentingnya menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta demi keharmonisan dunia,” jelasnya.

Ketertarikan Ayu Linda mempertemukan ritual Aborigin dan Bali didasari oleh kesamaan akar spiritual yang sangat kuat di antara keduanya. Baik masyarakat Bali maupun suku asli Australia memiliki kosmologi yang memuliakan tanah dan alam sebagai entitas yang hidup. Dengan memadukan dua kekuatan ritual ini, pementasan tersebut berhasil menciptakan sebuah narasi visual yang kuat, memukau, sekaligus menyentuh sisi paling dalam dari kesadaran penontonnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top