Ia juga mendaftarkan hak cipta untuk sejumlah desain yang dikembangkan sendiri, termasuk produk abstrak dan anyaman tiga dimensi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga karya yang menjadi ciri khas Rumpun Bambu Bangli.
Kini, selain terus memenuhi pesanan, Kartini mulai memikirkan regenerasi perajin. Anak-anak muda yang datang dari sekolah diajak belajar membuat kerajinan sederhana. Menurutnya, keterampilan menganyam dapat menjadi alternatif pekerjaan sekaligus menjaga kerajinan bambu tetap hidup di tengah perubahan zaman.
“Kalau orang memberi pekerjaan kepada kita, kita harus mau belajar. Jangan menyerah dan jangan putus asa,” pungkas dia. [gde/rel]










