Suntikan Modal KUR Rp5 Juta Bantu Rumpun Bambu Bangli Naik Kelas ke KUPRA

IMG-20261023-WA0009
Ni Nengah Kartini, pemilik usaha Rumpun Bambu Bangli. [foto: fb/ist]

Perjalanan tersebut kemudian membawa Kartini naik kelas dari nasabah KUR menjadi nasabah KUPRA BRI. Bagi pelaku usaha seperti dirinya, akses pembiayaan menjadi salah satu pendukung ketika kebutuhan modal meningkat seiring bertambahnya pesanan.

Regional CEO BRI Region 17/Denpasar Hery Noercahya mengatakan, perkembangan pelaku usaha seperti Rumpun Bambu Bangli menunjukkan bahwa pembiayaan perlu mengikuti pertumbuhan kapasitas usaha.

Ketika usaha mikro mampu meningkatkan produksi, memperluas pasar dan membutuhkan modal yang lebih besar, dukungan pembiayaan dapat diarahkan sesuai perkembangan kebutuhan usaha.

Menurut Hery, kenaikan kelas nasabah juga tidak semata dilihat dari tambahan modal, tetapi dari kemampuan pelaku usaha mengembangkan kapasitas bisnisnya. BRI mendorong agar pelaku UMKM yang usahanya berkembang dapat memperoleh akses pembiayaan yang sesuai sehingga ekspansi usaha dapat dilakukan secara lebih terukur.

Bagi Kartini, perkembangan usahanya tidak selalu berjalan mulus. Saat pandemi Covid-19, misalnya, pesanan dari hotel dan vila ikut terdampak. Ia memilih bertahan dengan membuat produk yang dapat dijual langsung kepada konsumen, termasuk bakul nasi dan tempat bumbu.

Dari pesanan kecil tersebut, peluang baru kemudian terbuka. Kartini mulai mendapat permintaan dari jaringan arsitek hingga produknya digunakan untuk kebutuhan dekorasi vila. Ia juga mengikuti pameran dan kegiatan yang difasilitasi pemerintah daerah untuk memperkenalkan produk Rumpun Bambu Bangli.

Tantangan berikutnya adalah bahan baku. Bambu harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum dianyam sehingga stok perlu disiapkan sebelum musim hujan. Untuk memenuhi kebutuhan produksi, Kartini secara rutin memantau ketersediaan bambu di sekitar Bangli dan melakukan pengadaan sebelum persediaan habis.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top