Patung Bung Karno dari Anyaman Bambu Setinggi 19 M Segera Terpasang

“Ini tinggal angkut, sedangkan dudukan akan dibuat di lokasi,” jelasnya. Selama pengerjaan dibantu 15 pekerja yang juga sesama seniman di Lodtunduh.

GIANYAR-fajarbali.com |Menambah daya tarik wisatawan, salah satu pemilik DTW di Tegalalang memesan patung Bung Karno dari anyaman bambu. Patung ini digarap Agus Eri Putra bersama rekannya. Patung ini digarap di kediamannya, Desa Lodtunduh, Ubud Gianyar. Patung dibuat setinggi 19 meter dengan bentang sekitar 15 meter. 
Karena besarnya patung yang dibuat, pengerjaan dilakukan di Balai Banjar Kelingking. Pengerjaan juga tidak bisa sekaligus, karena seaking besarnya, sehingga nantinya saat pemasangan akan disambung sistem knocdown. Dimana pembuatan dipecah mennjadi beberapa bagian, mulai dari kaki, badan, tangan dan kepala. “Ada 15 potongan, dari kaki sampai kepala. Nanti saat pemasangan disambung,” jelas Eri Putra. 
 
Dikatakan lagi, pembuatan patung anyaman bambu tersebut membutuhkan waktu sekitar 2 bulan dengan beberapa pembantu dalam pengerjaan. “Ini tinggal angkut, sedangkan dudukan akan dibuat di lokasi,” jelasnya. Selama pengerjaan dibantu 15 pekerja yang juga sesama seniman di Lodtunduh. Sedangkan khusus anyaman bambu dibantu generasi tua yang sudah biasa menganyam bambu. “Banyak pihak yang membantu pengerjaannya. Untuk membuat anatomi tubuh, saya dibantu seniman muda di sini, sementara untuk bahan anyamannya dibuat oleh para orangtua. Peran mereka sangat berarti dalam proses pengerjaan,” ujarnya.
 
Hal yang paling sulit adalah ketika mengerjakan kepala patung. Pengerjaan ini harus teliti dan agar wajahnya mirip dengan Bung Karno. “Wajah Bung Karno sangat familiar, sehingga kamu berusaha agar mirip,” tuturnya. Mulai dari wajah, mimik, mata dan tampilan secara utuh. Sehingga untuk mendapat wajah yang mirip membutuhkan setidaknya 50 poto Bung Karno dari berbagai posisi dan gaya. 
 
Agus Eri Putra sendiri memiliki basic sebagai pelukis dan ayahnya adalah pematung. “Ya, kalau nanti tidak ada pesanan anyaman bambu, saya kembali ke habitat saya sebagai pelukis,” jelasnya. Dimana dirinya bergelut dibidang melukis sejak Tahun 1990 dan beberapa kali menerima pesanan patung anyaman bambu. “Prinsip saya terus berkarya dan tidak putus asa. Suatu hari nanti pasti ada hasilnya,” tutupnya.sar

Next Post

AKOS Sambut Baik Turnamen Sepak Bola Garapan PC KB FKPPI Denpasar

Ming Sep 4 , 2022
AKOS-Ketua Anak Kolonk Sudirman (AKOS) Ari Omalor (kanan) bersama Sekretaris Unum, Yudi Januar dukung turnamen sepak bola garapan PC KB FKPPI Denpasar.Foto/eli DENPASAR-Fajarbali.com|Menyambut hari jadi Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) ke-44 yang akan jatuh pada tanggal 12 Oktober 2022 mendatang, PC Keluarga Besar (KB) FKPPI […]
6978F7AB-8BFE-41E6-91AA-4009D43E82C9-68af1084