Sudikerta: Program Rp. 500 Juta ke Desa Pakraman Cukup Realistis

"Pendidikan, ksehatan, yadnya massal, pangan itu program dasar untuk masyarakat Karangasem, termasuk akan ada Kartu yadnya, kartu sehat dan kartu pendidikan," ujarnya.

Terkait program Rp 500 juta yang akan diberikan kepada masing-masing Desa Pakraman, hal itu penting dan  harus disiapkan anggarannya oleh pemerintah untuk menjaga kearifan lokal. Bahkan, Sudikerta mengatakan, kalau pun ada yang bertanya sumber keuangannya, Sudikerta mengaku sudah memiliki sumber-sumber pendapatan. Salah satunya, dengan meningkatkan pendapatan PB1. "Pemprov Bali banyak punya aset yang bisa dikelola dengan baik," ujarnya. 

Sudikerta mencontohkan, jika dulu pendapatan dari aset daerah hanyan Rp 800 juta dengan peraturan gubernur retribusi pengelolaan aset itu bisa ditingkatkan. Caranya, kata Sudikerta, dengan menaikan sewa aset. Pihaknya juga mengatakan, pendapatan bisa dilakukan dengan menaikan retribusi yang masih pendapatanya kecil seperti Perusda-Perusda yang dimiliki pemprov Bali. Selain itu, peluang Bali juga bisa diraih melalui devisa yang dihasilkan.

"Di Bali memiliki banyak devisa ke pusat, dengan komunikasikan ke pusat untuk merebut devisa yang disetor melalui DAK, sehingga uang yang seharusnya dipakai membangun infrastruktur bisa dibawa ke Desa Pakraman," ujarnya lagi. 

Bantuan ke desa pakraman melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp 500 juta itu sudah dibuktikan. Jika pun tahun ini di anggaran perubahan pun bisa. Kalau ada yang bilang program Rp 500 juta itu tidak realistis, pihaknya pun sangat menghargai. "Kita hargai kalau ada yang mengatakan itu tidak realistis karena sudah tidak bisa jadi gubernur lagi," selorohnya. (bud)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top