Selain itu, juga disampaikan berbagai program pemerintah lainnya, termasuk upaya penanganan sampah berbasis sumber yang saat ini terus digencarkan.
"Bali itu modalnya hanya budaya yang wajib hukumnya didukung kebersihan lingkungan. Kalau sudah bersih, tidak perlu promosi pasti wisawatan datang. Begitu sebaliknya," ungkapnya.
Ia mencontohkan di kampus UPMI Bali, Jl Seroja, Tonja, telah berhasil mengelola sampah sendiri dengan sistem teba modern. Hal ini juga diharapkan dilakukan di setiap rumah tangga untuk mengurangi volume sampah organik di tempat pembuangan akhir.
Pihaknya yakin, pemerintah sedang mencari solusi terbaik. Masyarakat diminta bersabar sembari membangun budaya memilah sampah. Karena persoalan sampah ini membutuhkan kerja sama semua pihak.










