Selanjutnya warga diedukasi dan mempraktikkan cara mengolah makanan tambahan dengan bahan-bahan pangan lokal guna mencegah anemia pada remaja.
Desa Gulingan menyimpan banyak potensi pangan lokal yang bermanfaat bagi kesehatan. Akhirnya terciptalah nugget bayam merah sebagai salah satu inovasi makanan pangan lokal yang kaya zat besi, mudah dibuat, dan memiliki cita rasa yang dapat diterima oleh remaja.
Di bidang lingkungan, mahasiswa membuat biopori. Pembuatan sumur resapan ini menyasar Banjar Ulun Uma Badung, Banjar Badung, Banjar Munggu, dan Banjar Tengah Kelod , sebagai bentuk upaya peningkatan daya resap tanah dan pencegahan retensi udara. Selain itu juga dilakukan edukasi mengolah sampah sisa buah dan menjadi eco enzyme.
Untuk kesehatan gigi dan mulut, penyuluhan dilakukan di SDN 4 Gulingan. Tujuannya untuk menanamkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak usia dini sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam dunia pendidikan.
Kesehatan mental anak-anak tak luput dari perhatian. Mahasiswa melakukan penyuluhan kesehatan mental bertempat di SDN 1 Gulingan mengusung tema “Setop Bullying”.
Edukasi kawasan tanpa rokok, jalan santai dan lomba pola hidup bersih dan sehat semakin menyemarakkan rangkaian kegiatan ini. Diketahui, pencegahan penyakit menular dan tidak menular bisa dilakukan dengan membangun budaya hidup sehat sehari-hari.
Tak kalah penting, program ini memprioritaskan pencegahan stunting dengan konsep "Isi Piringku" menyasar orangrua dan balita. Pada saat penutupan, dihelar pemeriksaan kesehatan gratis, terapi komplementer serta expo.










