Saksi menuturkan, pada saat menolong korban, korban sempat mengatakan jika dia kena tusuk." korban bilang saya kena. Saat itu juga saya langsung membawa korban ke rumah sakit," ungkapnya. Sampai di rumah sakit terdakwa kebali ke tempat awalnya mereka berkumpul.
Dari sini diketahui, jika saksi ternyata tidak terlalu mengenal korban karena korban sebenarnya teman dekat dari adik saksi."Saya bersama korban ke warung karena saat itu saya mau beli rokok, nah kebetulan korban juga mau ke warung jadi numpang saya," ujar saksi.
"Apakah saksi mengenal atau mungkin sebelumnya ada masalah dengan terdakwa," tanya jaksa yang dijawab saksi tidak kenal terdakwa dan tidak ada urusan atau masalah dengan terdakwa. Bahkan saat kejadian saksi tidak bisa melihat wajah terdakwa dengan jelas karena terdakwa memakai masker dan mengenakan helm.
Meski begitu saksi mengenal terdakwa dari alis mata dan pustur tubuhnya. "Yang paling saya tahu ya motor, jaket jins, kalung dan celana yang dipakai terdakwa saat kejadian," ungkap saksi yang diikuti dengan jaksa yang langsung menunjukan barang bukti yang disita oleh pihak kepolisian.
Sementara satu saksi lagi yaitu atas nama Ni Komang Parwata yang merupakan kakan korban mengaku mengetahui korban meninggal setelah korban sudah di rumah sakit. Saat itu saksi mengatakan ada yang meneleponnya untuk segara datang ke rumah sakit karena ada masalah.
"Sampai di rumah sakit saya dikasih kabar kalau adik saya meninggal," katanya. Selain itu saksi juga sempat melihat jenazah korban dengan beberapa luka tusuk yang sudah dijahit. Usai dari rumah sakit, saksi langsung mendatang TKP karena penasaran.










