Setelah itu, Roman menghubungi Ivan dan Mykyta Volovod untuk membantu menyiapkan permintaan Oleg. Oleg kemudian mengajarkan keduanya cara memproduksi narkotika, menggunakan nama samaran "Omnic" dalam komunikasi. Produksi narkotika pun berjalan hingga April 2024, saat Roman pergi ke Thailand.
Awal Mei 2024, polisi menangkap Ivan dan Mykyta di Sunny Villa, menyita sejumlah narkotika serta peralatan produksi. Sementara Roman ditangkap di Thailand pada 22 Desember 2024, bersama barang bukti berupa laptop, HP, helm, dan pakaian.
Kuasa hukum menegaskan, dari rangkaian fakta itu, jelas bahwa Oleg Tkachuk adalah otak utama pabrik narkoba di Bali, sedangkan Roman hanya berperan sebagai perantara. Mereka juga menilai ada kekeliruan hukum karena Oleksi Kolotov disebut-sebut sebagai pendana pabrik narkoba dalam dakwaan.
“Dalam bahasa Rusia, nama Oleg dan Oleksi memang terdengar mirip. Namun yang sebenarnya dimaksud sebagai bos pabrik narkoba adalah Oleg, bukan Oleksi,” ujar tim kuasa hukum. Hingga kini, Oleg Tkachuk masih berstatus buronan.W-007










