DENPASAR-fajarbali.com | Produk hortikultura di Kota Denpasar sejatinya memiliki daya serap cukup tinggi. Akan tetapi produk ini belum sepenuhnya memenuhi harapan pasar, mengingat masih dihadapkan pada sejumlah kendala. Diantaranya masih kontinuitas produksi yang mengikuti musim, tenaga kerja yang belum memadai, hingga luas lahan.
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan perwakilan petani hortikultura dengan pelaku usaha ritel selaku pasar yang menyerap produk pertanian di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Selasa (20/10).
Plt. Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Putu Wisnu Wijaya Kesuma, mengatakan, pertemuan tersebut menjadi langkah untuk menghubungkan petani dengan pasar yang membutuhkan hasil pertanian, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pelaku usaha lainnya. Dalam kegiatan ini juga dipetakan terkait kebutuhan pasar serta kemampuan produksi petani.
Menurutnya, selama ini penyerapan produk pertanian belum berjalan optimal karena produksi belum sepenuhnya terencana sesuai kebutuhan pasar. Akibatnya, pada waktu tertentu terjadi kelebihan pasokan, sedangkan pada waktu lainnya ketersediaan produk tidak memadai.
Selama ini, kata dia, produk pertanian yang masuk ke hotel atau pasar modern kerap tidak berlanjut setelah satu kali panen. Kondisi tersebut terjadi karena produksi belum terkoordinasi dengan baik dan belum disesuaikan dengan kebutuhan pasar secara berkesinambungan. "Masuk ke hotel, sekali panen selesai. Sekarang bagaimana bisa berkontinuitas, itu yang menjadi PR besar sesuai kebutuhan pasar" katanya.









