DENPASAR-fajarbali.com | Pemerintah Kota Denpasar menindaklanjuti usulan DPRD terkait pembangunan atau penyediaan parkir terpadu di kawasan pusat kota. Saat ini, Pemkot melalui Perumda Parkir Bhukti Praja Sewakadarma tengah melakukan penjajagan lahan.
Wali Kota Denpasar, IGN. Jaya Negara mengatakan, rencana tersebut dapat didukung dengan memanfaatkan keuntungan yang diperoleh Perumda Parkir Kota Denpasar. Ia menyebut Perumda Parkir saat ini telah memperoleh laba sekitar Rp6 miliar. Dari laba tersebut, sesuai ketentuan dalam peraturan daerah, 35 persen disetorkan kepada pemerintah daerah atau sekitar Rp2 miliar.
Menurut Jaya Negara, keuntungan Perumda Parkir tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung penataan perparkiran, salah satunya dengan menyewa lahan yang nantinya digunakan sebagai kantong parkir. "Kami sudah menyarankan agar memanfaatkan nanti keuntungannya itu kita bisa lagi memberikan, dikembalikan ke PD Parkir untuk menyewa lahan-lahan untuk penataan parkir," kata Jaya Negara.
Salah satu lokasi yang tengah dijajaki berada di kawasan depan Mal Matahari. Pihaknya pun telah meminta Perumda Parkir untuk berkoordinasi dan melihat kemungkinan pemanfaatan lahan tersebut sebagai lokasi parkir terpadu. Selain menyiapkan kantong parkir, Pemkot Denpasar juga berencana menyediakan shuttle listrik sebagai kendaraan penghubung bagi masyarakat yang memarkir kendaraan di lokasi tersebut.
Jaya Negara mengatakan dirinya telah meminta Dinas Perhubungan menyiapkan 20 shuttle listrik untuk sementara. Shuttle tersebut nantinya akan beroperasi dengan rute berkeliling di sepanjang kawasan Gajah Mada. Dengan skema itu, masyarakat yang hendak menuju kawasan Gajah Mada dapat memarkir kendaraan di lokasi parkir terpadu, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan shuttle listrik.










