Jaya Negara menilai keberadaan kantong parkir di depan Matahari berpotensi mengurangi kepadatan parkir di Jalan Hasanuddin. Kawasan tersebut memiliki aktivitas perdagangan yang cukup tinggi, termasuk perdagangan emas. "Kalau ini benar didapat, misalkan di depan Matahari, kan mengurangi parkir terutama di Hasanuddin. Karena di sana itu kan pedagang jual beli emasnya banyak sekali," ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan ruang parkir di kawasan tersebut tetap harus ditata agar kendaraan tidak semakin semrawut akibat parkir di badan jalan. Namun, Jaya Negara menegaskan rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan dan belum menjadi keputusan final. "Ini masih penjajakan. Artinya arah untuk menindaklanjuti arahan Dewan membuat parkir terpadu, kita sudah minta PD Parkir menindaklanjuti," tegasnya.
Sebelumnya, DPRD Kota Denpasar mendorong Pemkot Denpasar untuk membuat gedung parkir terpadu. Pembangunan Gedung Parkir Terpadu atau Park & Ride ini didorong untuk dibangun di kawasan padat aktivitas yang diusulkan oleh Fraksi PSI-Nasdem DPRD Kota Denpasar.
Menurut Fraksi ini, pembangunan ini menjadi salah satu upaya mengatasi persoalan parkir yang selama ini masih memanfaatkan bahu jalan.
Ketua Fraksi PSI-NasDem DPRD Kota Denpasar, Agus Wirajaya mengatakan pembangunan kantong parkir terpadu perlu diarahkan pada kawasan zona bisnis, pertokoan hingga pasar tradisional yang memiliki tingkat kepadatan kendaraan tinggi. "Pemkot Denpasar perlu berani menginvestasikan lahan untuk membangun fasilitas parkir terpadu, termasuk kantong parkir bertingkat. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi kendaraan yang parkir di bahu jalan," ungkap Agus Wirajaya.










