Cuaca Ekstrem, Pengaruhi Produksi dan Pasokan  Air PDAM Kota Denpasar

DENPASARFajarbali.com | Tidak bisa dipungkiri, akibat cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, berpengaruh terhadap produksi dan pasokan air dari Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar terhadap 88 ribu pelanggannya.

Pasalnya, terjadinya hujan deras dan banjir di hulu sungai Ayung Belusung  menyebabkan terganggunya produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Belusung. 

Terganggu lntaran air baku sungai Ayung keruh bercampur pasir, lumpur dan material sampah sehingga air sulit untuk diolah dan berakibat tersendatnya produksi.

Begitu diungkapkan Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar, Ni Putu Sri Utami di Denpasar, Senin (18/1/2020).
 
“Dampak dari hulu ketika ada hujan berdampak bercampurnya lumpur, kerikil dan pasir yang mempengaruhi produksi air,” tukasnya. 
 
Melihat kondisi yang kerap terjadi di lapangan, Utami mengimbau masyarakat untuk memiliki tempat penampungan air (tandon) di rumah masing-masing yang bisa digunakan memenuhi kebutuhan keluarga. 
 
“Tujuan memiliki tandon tak lain sebagai antisipasi apabila terjadi gangguan pengaliran air. Paling tidak kebutuhan tiga hingga lima hari bisa terpenuhi bila terjadi gangguan,” sebutnya.

Kalaupun itu belum mencukupi, PDAM Kota Denpasar juga menyiapkan armada, tiga truk tangki yang bisa digunakan jika diperlukan dengan kapasitas  4 ribu liter dan 5 ribu liter, sambungnya. 
 
“Semestinya dengan kapasitas itu bisa memenuhi kebutuhan air bagi 25 KK, namun acapkali  terjadi, yang ngorder satu  orang yang lain sekitarnya pada ngikut. Akibatnya, yang sudah ngorder sebelumnya harus menunggu lagi, dan ini kadang sering jadi keluhan juga,” ungkapnya lagi.
 
Dalam kesempatan ini, ia berharap masyarakat memahami kondisi yang kerap dihadapi pihaknya. Meski demikian disebutkan pihaknya telah berusaha memaksimalkan Intalasi Pengolahan Air (IPA) Ayung sebagai sumber utama, walaupun ada juga sumber-sumber yang lain seperti di Waribang (300 liter/detik), 20 cadangan sumur bor dengan kapasitas 400 liter/detik. 
 
“Mesti disadari, Denpasar tidak memiliki sumber air, jadi kita juga masih bergantung atau beli air dari PDAM Badung, Gianyar, UPT Penet dan Petanu yang tak lain milik Provinsi Bali,” tuturnya.
 
Bercermin dari kondisi yang kerap dihadapi, lantas pihak manajemen merencanakan yang telah disetujui oleh stake holder (Wali Kota, red) membangun kanal di Sungai Ayung, yang harapannya bisa diolah secara kontinyu. 
 
“Tidak seperti sekarang, kadang air mati sampai tiga jam karena harus menguras lumpur, menggelontor lumpur. Tambah lumpur, pasirnya, tambah panjang matinya,” ucapnya, seraya menambahkan kondisi ini juga berpengaruh terhadap peralatan yang dimiliki. 
 
“Riskan sekali, apalagi sekarang lumpur, pasir bercampur dengan kerikil,” lanjut dia. 
 
Dalam kesempatan ini ia menepis jika dikatakan Denpasar krisis air, namun akibat perbaikan yang dilakukan bila terjadi ganguan memerlukan waktu, sehingga pengaliran air pasca perbaikan membutuhkan waktu. 
 
“Bayangkan pengisian pipa kosong memerlukan waktu delapan jam, itupun kalau dataran rendah, kalau lokasinya lebih tinggi tentu lebih lagi waktunya, bisa seharian,” ujar Utami. 
 
Kondisi teranyar yang didapat penyebab keruhnya air sungai yang dibarengi dengan pasir, lumpur dan kerikil, menurut pengamatannya akibat adanya alih fungsi lahan di daerah hulu serta akibat adanya pembangunan bendungan Sidan, Badung, yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kwalitas air sungai. Namun ia berharap beberapa minggu ke depan alam akan lebih bersahabat sehingga pasokan dan distribusi bisa kembali lancar.
 
Dalam kesempatan ini ia juga menginformasikan bagi masyarakat pelanggan Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar yang terkena dampak dari gangguan tersebut dapat mendaftar untuk permohonan pelayanan air melalui mobil tangki di nomor  (0361) 240749, dan Whatsapp (WA) pengaduan di nomor 087856049999 dan 081804499997.(eli)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ditingkat Bading Jerinx Divonis 10 Bulan Penjara, Jaksa Belum Bersikap Soal Upaya Hukum

Sel Jan 19 , 2021
DENPASAR – Fajarbali.com | Upaya hukum banding yang ditempuh I Gede Aryastina alias Jerinx, terdakwa kasus ujaran kebencian terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) membuahkan hasil positif.  Save as PDF

Berita Lainnya