Bupati Gianyar, I Made Mahayastra berterima kasih mahasiswa UPMI Bali ikut mencari solusi masalah di desa. Salah satu masalah yang urgen dipecahkan ber sama, yakni penanganan sampah berbasiskan sumber, BKK Kesehatan dan pengem bangan Singapadu sebagai desa wisata, pelestarian dan pengembangan budaya.
Dia juga setuju mahasiswa ke desa bergerak bersama membersihkan tiga desa ini dari sampah plastik. Kemudian galilah banyak pengamanan di masyarakat.
Hal ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi dalam upaya membangun kesejahteraan masyarakat. Kehadiran UPMI tentu memberikan sentuhan positif di desa-desa.
Pada kesempatan yang sama Ketua YPLP IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd., menegaskan sejak berdiri tahun 1983, UPMI Bali menjadi PTS yang konsisten menerjunkan mahasiswa ke desa. Bagi dia, tugas maha-siswa adalah lebih banyak belajar dan ikut membangun desa bukan membuat masalah di desa.
"KKN perdana kami di daerah Kubu Karangasem. Jadi mahasiswa bukan tinggal di menara gading tapi terjun langsung menyatu dengan rakyat," kata IGB Arthanegara.
Ketua Panitia KKN yang juga Kepala LPPM UPMI Bali, Prof. Dr. I Wayan Widana, M.Pd., menambahkan KKN diisi dengan aksi bersih-bersih sampah, edukasi digi-talisasi, dan penanganan sampah plastik dan pengua-tan Singapadu sebagai desa wisata.
Adapun luaran KKN, menurut Widana, berupa publikasi jurnal, media massa dan video. Publikasi menjadi penting sebagai instru akreditasi perguruan tinggi dan masing-masing program studi.










