Semarak Perayaan Imlek di TCI Fakultas Pariwisata Unud

Konsulat Tiongkok memberikan dukungan terhadap kerja sama budaya dan pendidikan antara Tiongkok dan Indonesia. Hubungan antar ke dua negara pun semaik erat setelah tiga tahun sempat terhenti akibat pandemi covid-19.

(Last Updated On: )

Atraksi kebudayaan Tiongkok memeriahkan “Spring Festival 2024” serangkaian menyambut Imlek di Gedung F. Par, Kampus Unud, Bukit Jimbaran, Kuta Selatan Badung, Rabu (7/2/2024).

MANGUPURA-fajarbali.com | Tourism Confucius Institute (TCI) Fakultas Pariwisata Universitas Udayana (F. Par Unud) menggelar perayaan Tahun Baru Imlek 2575 yang bertajuk “Spring Festival “atau Festival Musim Semi, Rabu (7/2/2024) di Kampus Unud, Bukit Jimbaran, Kuta Selatan Badung.

Perayaan ini rutin dilakukan TCI Unud dengan harapan membawa kedamaian, keharmonisan serta harapan bersama seluruh umat manusia untuk kebahagian dan kemakmuran.

Dekan Fakultas Pariwisata Unud, Dr. I Wayan Suardana, SST.Par.,M.Par., mengatakan, TCI Unud mempunyai misi sebagai lembaga yang mengkolaborasikan budaya Tionghoa dengan budaya Indonesia, khususnya Bali yang selalu menggabungkan semua perayaan imlek ke dalam budaya Bali.

Menurut Suardana, kolaborasi ini, merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah terjalin sejak lama. “Kami Fakultas Pariwisata Unud, khususnya TCI mempunyai misi khusus untuk mengembangkan sumber daya pelaku pariwisata khususnya dalam pengembangan bahasa Mandarin,” jelasnya.

Bali dan Tingkok, lanjutnya, memiliki keterkaitan budaya dan sejarah dimana kehadiran budaya Tingkok di bali sangat banyak dan memiki kemiripan. Salah satu budaya Tiongkok yang diadopsi yakni budaya di Batur dan uang kepeng.

“TCI ini kan dibentuk berdasarkan latar belakang adanya kesamaan budaya China dengan Bali. Jadi pada momen-momen tertentu seperti hari ini, kita tunjukkan iconic kolaborasi tarian Kang Cing Wi,” imbuh Suardana.

Lebih lanjut, Suardana mengungkapkan, dengan dibukanya penerbangan langsung dari Tiongkok ke Bali, target 1.5 juta kunjungan di tahun 2024 dapat dicapai. Ini menjadi tantangan bersama bagaiamana pariwisata Bali bisa bisa menjembatani pasar yang tersebut untuk bisa dioptimalisasi salah satunya dengan memediasi penggunaan bahasa Mandarin.

“Karena memang kelemahan kita adalah penggunaan bahasa di luar bahasa Mandarin, dan saat ini TCI sudah berperaan untuk itu,” punkasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Unud, Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes., mewakili Rektor Unud, menyampaikan, perayaan Imlek dalam rangka memperingati kolaborasi antara Indonesia dan Tingkok, khusunya di Unud dengan berbagai institusi perguruan tinggi di Tiongkok.

“Kami berharap dengan perayaan ini semangat tahun naga kayu akan memberikan kekuatan, kesejahteraan dan kemakmuran untuk semua dan memperkuat kerja sama dengan berbagai institusi di Tiongkok,” pungkasnya.

Melalui kerja sama kebudayaan, pendidikan dan kursus bahasa Mandarin, Unud dapat memperluas kolaborasi dan beperluang untuk memberikan kursus bahasa Indonesia sehingga kerja sama ini dapat memberikan manfaat untuk memperkuat kerja sama yang telah terjalin selama ini.

Wakil Konjen Tiongkok Denpasar, Zheng Min mengatakan, Konsulat Tiongkok memberikan dukungan terhadap kerja sama budaya dan pendidikan antara Tiongkok dan Indonesia, hubungan antar ke dua negara pun semaik erat setelah tiga tahun sempat terhenti akibat pandemi covid-19.

“Wisatawan Tiongkok kembali berwisata ke Pulau Dewata yang indah ini, telah dicatat sebanyak 290 ribu warga Tingkok memasuki Bali, hal ini mendorong pertumbuhan ekonomi Bali  dan meningkatkan pertukaran antara warga Tiongkok dan Indonesia,” ungkapnya.

Nancang University dan Nancang Normal University serta Unud berhasil membangun kerja sama dalam melaksanakan program pertukaran liburan musim panas pelajar serta program pertukaran budaya untuk mendukung mahasiswa yang berkomitmen terhadap pendidikan dan kebudayaan.

“TCI Unud terus melakukan berbagai kegiatan pertukaran dengan semangat dalam mempromosikan ikatan antara Tiongkok dan Indonesia dan berusaha bersama untuk membangun komunitas senasib dan sepenanggungan Indonesia Tingkok,” pungkas Zheng Min.

Direktur Indonesia TCI Unud, Dr. Drs. I Made Sendra, MSi., didampingi Direktur TCI China Prof. Tao Xianguang, menambahkan, marwah pariwisata sebenarnya dari dulu sudah ada, seperti halnya pernikahan antar-dua bangsa. Dari pernikahan ini akan memunculkan persilangan budaya.

Di Bali dikenal penggunaan uang kepeng dari sejak pernikahan Jaya Pangus dengan Kang Cing Wi. “Akulturasi budaya ini akan selalu menjadi spirit bagi kita untuk kedepannya menjalin hubungan kerjasama,” kata Sendra.

Next Post

IOH Catatkan Pertumbuhan Pendapatan Sebesar 51,2 triliun Sepanjang 2023.

Kam Feb 8 , 2024
(Last Updated On: ) IOH melaporkan kinerja cemerlang dalam periode dua belas bulan yang berakhir pada 31 Desember 2023, termasuk pertumbuhan yang pesat dalam total pendapatan, EBITDA, margin EBITDA, trafik data, dan jumlah BTS 4G. (Foto: ist).   DENPASAR-fajarbali.com | Indosat Ooredoo Hutchison (IDX: ISAT) (“Indosat”, “IOH”, atau “Perusahaan”) melaporkan […]
IOH catatkan kenaikan pendapatan

Berita Lainnya