Berdasarkan hasil penelitian di kota Denpasar ditemukan faktor pendorong kader kesehatan dalam melaksanakan perannya adalah adanya kepedulian yang tinggi dari pimpinan wilayah setempat terhadap masalah masalah kesehatan, tercukupinya sarana prasarana yang dibutuhkan kader dalam melaksanakan perannya, adanya supervisi yang sifatnya rutin dan terdapat perencanaan kerja kader serta pengembangan kapasitas kader oleh puskesmas setempat.
Selain itu ditemukan beberapa faktor penghambat pemberdayaan kader kesehatan dalam deteksi risiko kehamilan adalah masih terbatasnya pengetahuan, kurangnya pelatihan tentang kehamilan berisiko yang diterima kader, rendahnya motivasi kader, Dana yang masih minimal dan kehadiran ibu hamil yang masih rendah ke posyandu. (Darmapatni MWG, 2023)
Berdasarkan hal tersebut, pengembangan peran kader masih harus terus ditingkatkan khususnya dalam mendeteksi dini risiko dalam kehamilan. Kader memerlukan jaringan pendukung untuk mampu melakukan deteksi dan rujukan.
Kader perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang cukup melalui pelatihan. Peningkatan kapasitas kader akan berdampak pada kepercayaan diri dalam mendeteksi resiko dan memotivasi ibu hamil. Pelaksanaan peran kader yang baik dalam deteksi dini risiko kehamilan tentunya akan berkontribusi terhadap penurunan angka kematian ibu.
Penulis: Made Widhi Gunapria Darmpatni, SST., M.Keb.
(Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Denpasar)










