Selamatkan Ibu Hamil Berisiko, Melalui Pemberdayaan Kader

TEAN KOMPYANG

Hal ini mengisyaratkan evaluasi pemberdayaan kader dan pembinaan perlu lebih  ditingkatkan  terutama  dalam  pemberian  materi deteksi dini resiko tinggi (Yanuarini TA, Kristianti S, 2021).

Selain itu pengetahuan dan sikap kader mengenai peran dan tugasnya sebagai pendamping ibu hamil dan perpanjangan tenaga Kesehatan dalam deteksi dini risiko kehamilan masih sangat rendah. Sumber media pembelajaran yang efektif sesuai dengan pengetahuan dan kebutuhannya masih sangat minim. Kader membutuhkan  pegangan saat melakukan edukasi bagi ibu hamil di lingkungannya. (Murni H, 2020)

Partisipasi kader kesehatan sangat dibutuhkan, namun banyak faktor yang memengaruhi kemampuannya.  Berbagai faktor yang memiliki hubungan dengan kemampuan kader mengenali masalah kesehatan meliputi tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, sarana prasarana, peran petugas kesehatan dan pelatihan berkala (Eka YC, Kristiawati and Diyan P, 2014) .

Sementara hasil penelitian lainnya menyatakan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja kader kesehatan adalah penghasilan,  prestise  sosial, umpan balik positif. Insentif uang dan non uang untuk meningkatkan kinerja kader kesehatan (Alam K, Tasneem S, Oliver E, 2012).

Penelitian di Tulungagung menemukan bahwa motivasi kader sangat dipengaruhi oleh pelatihan yang diterima (Retnaningtyas E and Siwi RPY, 2021) Lebih lanjut, hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi tertinggi menjadi kader kesehatan kesehatan adalah meningkatkan kesehatan anak, mendapatkan pendidikan dan pelatihan, merasa diperlukan  oleh masyarakat, dan motivasi terakhir adalah kompensasi.(Desiana, Apriza, Erlinawati 2022)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top